Booking Cewek ke Wisma, Digerebek, Pengedar Sabu Lompat Lewat Jendela – Berita Kota Makassar
Headline

Booking Cewek ke Wisma, Digerebek, Pengedar Sabu Lompat Lewat Jendela

MAKASSAR, BKM — Jarum jam menunjuk pukul 22.30 Wita, Rabu (23/11). Suasana di Wisma Sehati Jalan Cendrawasih tampak sepi.
Sepasang lelaki dan perempuan datang dan menjadi tamu wisma. Setelah dari resepsionis dan mengambil kunci kamar, keduanya lalu naik ke lantai dua. Mereka menuju kamar 09.
Tidak lama berselang, datang personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar. Dipimpin Kepala Bidang Penegakan Hukum (Kabid Gakum), Edwar Supriawan, mereka langsung melakukan penggerebekan. Satu persatu kamar wisma diperiksa. Mulai dari lantai satu hingga ke lantai dua.
Ketika berada di lantai dua, personel Satpol PP menuju kamar 09. Tiba-tiba seorang pria mengenakan celana pendek tanpa baju keluar dari kamar. Ia menuju ke samping belakang wisma dekat jendela.
Tanpa disangka-sangka, pria tersebut melompat turun melalui lubang jendela. Akibatnya cukup parah. Sesampainya di lantai dasar, ia terkapar tak bisa berdiri. Kaki kanannya patah.
Anggota Satpol PP langsung turun ke lantai satu. Pria nekat itupun langsung diamankan.
Dari hasil pemeriksaan, lelaki itu bernama Arman alias Culli. Usianya 33 tahun. Tinggal di Jalan Andi Tonro dekat kanal.
Ia datang ke wisma membawa seorang perempuan yang dibookingnya. Cewek bernama Susanti alias Bunga (23) itu sehari-harinya berprofesi sebagai tukang pijat di Jalan Veteran Utara.
Informasi kejadian ini diketahui anggota Bhabinkantibmas Polsek Mamajang, Aiptu Agus Salim. Bersama anggota jaga, mereka langsung ke Wisma Sehati. Arman pun diamankan. Belakangan terungkap, Arman merupakan seorang pengedar narkoba.
Di depan wisma terlihat kerumuman warga yang ingin melihat dari dekat kejadian ini. Polisi yang datang ke tempat kejadian perkara (TKP) kemudian naik ke lantai dua bersama anggota Satpol PP.
Kamar 09 langsung dimasuki. Di dalamnya masih ada perempuan teman kencan Arman. Ia mengenakan baju kaos lengan panjang bergaris hitam putih. Rambut panjangnya yang belum disisir rapi dibiarkan terurai.
Penggeledahan lebih jauh dilakukan. Hasilnya, polisi menemukan beberapa paket narkoba yang beratnya 20 gram. Ada pula satu pipet warna putih terlilit tisu. Didapati juga enam biji pil inex, satu timbangan elektronik, delapan biji pil somadril serta uang tunai Rp20 juta.
Susanti bersama barang bukti yang ditemukan di kamar 09 kemudian dibawa ke Mapolsek Mamajang. Sementara Arman yang menderita patah kaki, dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis.
Di depan penyidik Polsek Mamajang, Susanti bertutur. Ia sementara berada di tempat kerjanya Panti Pijat Khasiatku di Jalan Veteran Utara. Arman datang dan membookingnya.
Selanjutnya, dengan menggunakan sepeda motor, keduanya berboncengan menuju Wisma Sehati. Mereka langsung naik ke lantai dua kamar 09.
Ketika berada di dalam kamar berdua, Arman kemudian melepas celana panjang dan bajunya. Kemudian berbaring di atas tempat tidur.
”Dia menyuruh saya mengambil tas kecil yang dibawanya. Di dalamnya berisi beberapa paket narkoba, lengkap alas isapnya (bong). Saya disuruh pakai narkoba baru tidur bersama. Tapi saya tolak kalau pakai narkoba. Karena saya diajak ke sini bukan untuk pakai narkoba,” terang Susanti.
Belum sempat keduanya berhubungan lazimnya suami istri, tiba-tiba datang Satpol PP. Arman langsung keluar kamar dengan hanya memakai celana pendek dan tanpa baju. Dia pergi ke samping dekat jendela. Selanjutnya lompat ke lantai dasar.
”Kami belum berhubungan, karena sudah datang Satpol PP. Saya ditanya dari mana Arman mendapatkan narkoba, saya bilah tidak tahu. Saya cuma dibooking. Bukan untuk memakai ataupun mengedarkan narkoba,” kelit Susanti.
Pengakuan Susanti itu senada dengan pengakuan Safri, seorang karyawan Wisma Sehati. Menurut penjelasan Safri seperti disampaikan Kanit Reskrim Polsek Mamajang, AKP Aris Sumarsono, Arman masuk wisama bersama seorang perempuan. Kira-kira baru 10 menit berada di kamar 09 lantai dua, tiba-tiba datang Satpol PP melakukan razia.
”Saya tidak tahu kalau tamu itu membawa narkoba, Pak,” kata Safri seperti disampaikan AKP Aris.
Terpisah, Kapolsek Mamajang, AKP Jamal menjelaskan hasil interogasi Armam di RS Bhayangkara. Arman mengaku mendapatkan sabu dari seorang bandar berinisial BR yang tinggal di Jalan Kumala, Makassar.
”Keterangan tersangka masih dikembangkan anggota. Bandar yang disebutkan itu sementara dalam pengejaran,” terang AKP Jamal. (jul/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top