Bermula dari Hobi, Pernah Dikomplain Pelanggan – Berita Kota Makassar
Headline

Bermula dari Hobi, Pernah Dikomplain Pelanggan

DI tengah persaingan bisnis saat ini, orang harus pintar-pintar melihat peluang. Jika tidak, usaha yang dirintis tak akan pernah membuahkan hasil. Hal itu disadari betul oleh Usman Acong.

Laporan: Purmady

SEBUAH rumah batu di Jalan Gabus, Lorong 5, Kota Pinrang. Pada salah satu ruangan yang sebenarnya diperuntukkan bagi tamu, ‘disulap’ menjadi tempat usaha. Berjejer belasan hingga puluhan helm aneka warna. Ada yang masih standar, sebagian lainnya sementara dalam tahap modifikasi.
Inilah tempat usaha milik Usman Acong (35). Ia berwirausaha memodifikasi helm. Tapi bukan modifikasi yang asal-asalan. Melainkan yang unik dan jarang ditemukan dengan berbagai aksesoris. Umum menyebutnya dengan nama helm predator custom.
Ditemui di tempat usahanya, Rabu (23/11), ayah dua anak ini menceritakan ihwal dirinya mulai suka dengan modifikasi helm. Semuanya berawal dari sekadar hobinya sebagai seorang bikers. Ia juga bergabung dalam sebuah komunitas.
Ketika itu Acong –sapaan akrabnya– berpikir untuk mencari peluang usaha rumahan dengan modal kecil. Ia kemudian memilih memodifikasi helm dan melengkapinya dengan berbagai jenis aksesoris.
Acong punya alasan menetapkan hati di jalur bisnis yang disebutnya kecil-kecilan ini. Selain karena masih tergolong baru, ia juga minim pengalaman. Takut mengalami kerugian yang cukup besar.
Sebenarnya, menurut Acong, takut rugi merupakan awal kegagalan. Karenanya, diapun memantapkan diri bergelut di modifikasi helm. Apalagi ini menjadi satu-satunya di Pinrang, bahkan di Sulsel. Alhasil, keberadaannya kini sudah memasuki tahun ketiga.
”Awalnya saya membuat helm predator custom untuk dipakai sendiri. Waktu saya pakai, ada teman bikers di Makassar yang menyukainya. Saya kemudian tukaran helm dengan dia,” kata member Celebes Scorpio Club (CSC) Chapter Pinrang ini.
Dari situlah helm predator custom kian digemari. Informasi dari mulut ke mulut terus menyebar di kalangan pecinta motor.
Acong kian termotivasi untuk mengembangkan usahanya. Pengalaman bekerja di salah satu perusahaan fiberglass di Batam, Kepulauan Riau dijadikan modal dalam membuat aneka helm modifikasi. Di tanah rantau tahun 2008, Acong terlibat dalam pengerjaan speedboat.
Perjalanannya memulai usaha ini tidaklah berjalan mulus. Beberapa kali Acong harus menemui kegagalan dalam memodifikasi helm. Seringkali pula hasilnya tidak memuaskan. Bahkan pernah dikomplain pelanggannya, karena hasilnya mengecewakan.
‘”Saya pernah dikomplain pemesan dari Kalimantan, karena corak dan bentuknya rusak ketika sampai di tujuan. Ya, terpaksa kita buat ulang. Jelas kami rugi modal waktu itu,” kenang Acong.
Satu helm predator custom hasil modifikasi Acong biasanya dibanderol dengan harga Rp1 juta hingga Rp1,2 juta. Tergantung tingkat kesulitan corak serta bentuknya.
Dari satu helm modifikasi yang dihasilkannya, Acong mengaku mendapatkan keuntungan tipis. Kira-kira Rp200 ribu.
Untuk menghasilkan satu helm modifikasi, modal yang mesti dikeluarkan mencapai Rp800 ribu. Rinciannya, membeli helm yang rerata seharga Rp350 ribu. Juga ada fiberglass sebagai bahan baku dasar. Matt untuk tulang. Bahan kimia katalus. Talat berupa tepung bedak sebagai penghalus. Tali parasut untuk mode rambut.
”Semua bahannya mudah didapat. Bisa dibeli kiloan,” kata pria kelahiran 1982 silam.
Untuk proses pembuatannya, kata dia, satu helm butuh waktu seminggu. Proses cetakan dasar paling singkat pembuatannya satu hingga dua jam. Kemudian proses pengeringan selama sehari. ”Selanjutnya, setelah proses penghalusan bahan, kemudian pencetakan corak dan bentuk sesuai yang diinginkan pemesan. Proses yang membutuhkan waktu lama adalah pewarnaan atau airbrush,” terangnya.
Acong mengaku, untuk airbrush ini bukan dia yang mengerjakannya. Melainkan ia serahkan kepada temannya yang ada di Kabupaten Barru. Waktu yang dibutuhkan untuk proses airbrush satu helm itu tiga hari.
”Terus terang, alat-alat kami masih terbatas. Jadi proses airbursnya kami percayakan teman di Barru. Kualitas kerjanya juga bagus,” katanya. (*/rus/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top