Puluhan Hotel dan RS tak Miliki IPAL – Berita Kota Makassar
Metro

Puluhan Hotel dan RS tak Miliki IPAL

MAKASSAR, BKM– Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Makassar mendata beberapa tempat usaha di Makassar yang beroperasi diduga tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Perusahaan atau tempat usaha yang di data BLHD yakni, Hotel M-Regency Makassar yang belum memiliki IPAL, RS Sitti Khadijah belum memiliki IPAL, Rumah Sakit (RS) Elim belum memiliki IPAL dan tidak melakukan pengujian terhadap limbah, RS Restu belum memiliki IPAL, dan RS HIKMAH yang juga belum memiliki IPAL.
Selain rumah sakit, usaha yang diduga IPAL-nya bermasalah, yakni M’TOS yang memiliki IPAL namun tidak berfungsi, Mall Trans Studio, Mall Ratu Indah. Selain itu, Balai Kesehatan Mata juga bermasalah dimana memiliki IPAL tetapi tidak berfungsi, Wahana Mega Putra memiliki IPAL tetapi tidak berfungsi dan tidak ada pelaporan dan tidak ada IPLC.
Hal tersebut ditegaskan Kepala Bidang BLHD Makassar, Johana, Rabu (23/11).
Kepala BLHD Kota Makassar, Masri Tiro mengatakan, pengaduan masyarakat yang masuk terkait aktifitas perusahaan baik restoran, cafe, maupun hotel yang limbahnya dinilai telah mencemari lingkungan, langsung dilakukan penindakan ke lapangan. Jika dalam peninjauan BLHD menemukan adanya pencemaran lingkungan dari limbah yang dihasilkan perusahaan, maka BLHD Makassar memberikan teguran dan meminta kepada pihak perusahaan untuk segera melakukan pembenahan intalasi pengelolaan limbah-nya.
“Ketika saat peninjauan kita menemukan perusahaan yang menghasilkan limbah dan mencemari lingkungan, kita berikan teguran dan meminta kepada pihak perusahaan untuk segera melakukan pembenahan intalasi pengelolaan limbah dengan jangka waktu yang ditentukan. Kalau pihak tidak melaksanakan imbauan otomatis diberi sanksi tegas,” ucapnya.
Dia menambahkan, pihaknya sejauh ini telah menyerahkan 50 laporan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Makassar untuk menindak tegas perusahaan di Makassar yang nakal dan tidak mengindahkan teguran dari BLHD Makassar.
“Kalau ada perusahaan yang sudah beberapa kali ditegur dan tidak juga mendengar maka kami mengajukan laporan ke Disperindag Makassar untuk segera menindak tegas pelaku usaha tersebut. Itulah prosedurnya,” jelasnya. (arf)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top