Potensi PKB di Gowa Rp88 Miliar – Berita Kota Makassar
Headline

Potensi PKB di Gowa Rp88 Miliar

IST SOSIALISASI-Kadispenda Sulsel, H Tautoto TR memaparkan materi pajak dan layanan unggulan samsat, dalam sosialisasi yang digelar UPTD Samsat Gowa, Selasa (22/11). Kepala UPTD Samsat Gowa, Kemal Redindo Syahrul Putra hadir dalam acara ini.

GOWA, BKM — Potensi pajak kendaraan bermotor (PKB) di Kabupaten Gowa cukup besar. Jumlahnya mencapai Rp88 miliar. Angka tersebut merupakan akumulasi kendaraan roda dua (motor) dan mobil.
Untuk motor, hingga Oktober 2016, tercatat ada 232.191 unit. Potensi pendapatan dari sektor pajak sebesar Rp36 miliar lebih. Sementara untuk kendaraan roda empat, pada bulan yang sama jumlahnya sebanyak 28.947 unit. Potensi pajaknya Rp52 miliar lebih.
Khusus untuk pajak bagi hasil, hingga September 2016, Gowa sudah mencapai angka Rp60 miliar lebih. Pajak bagi hasil ini berasal dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB), Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), serta pajak rokok.
“Gowa bisa memperoleh bagi hasil hingga Rp80 miliar lebih, jika targetnya tercapai,” kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah Sulsel, Tautoto Tanaranggina saat menjadi pemateri pada sosialisasi pajak daerah yang dilaksanakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Samsat Gowa, Selasa (22/11).
Sosialisasi dihadiri tokoh masyarakat, camat, serta organisasi masyarakat (ormas). Acara dibuka Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa, Muchlis. Hadir Kepala UPTD Samsat Gowa, Kemal Redindo Syahrul Putra serta jajarannya dan mitra kerja.
Lebih jauh Tautoto menjelaskan, sharing (bagi hasil) pajak antara provinsi dengan kabupaten/kota sudah jelas. Jumlah yang akan diperoleh tergantung banyaknya wajib pajak menyelesaikan kewajibannya.
Kepala UPTD Samsat Gowa, Kemal Redindo menyebutkan, tahun ini pihaknya ditarget pendapatan dari sektor PKB sebesar Rp61 miliar. Untuk menggugah kesadaran wajib pajak, pihaknya melakukan berbagai upaya. Salah satunya sosialisasi yang melibatkan aparat pemerintahan, wajib pajak dan masyarakat umum.
”Mitra kami di Samsat, seperti kepolisian dan Jasa Raharja mendukung sepenuhnya agar target yang diberikan bisa tercapai. Semuanya bersepakat bahwa tidak ada pungli di Samsat,” kaat Dindo, sapaan akrab putra Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo itu.
Sekkab Gowa, Muchlis sesaat sebelum membuka sosialisasi, mengatakan dalam kondisi saat ini, sangat dibutuhkan kreatifitas dan inovasi untuk memanfaatkan potensi daerah sebagai sumber pendapatan daerah.
“Kondisi fiskal negara kita, sepanjang sejarah perjalanan manajemen, tahun anggaran 2017 inilah yang terberat. Bahkan selama saya menjadi PNS. Kondisi ini hanya bisa ditolong dengan pengelolaan penerimaan daerah yang baik. Karena itu dibutuhkan pengelolaan pendapatan daerah sebaik mungkin. Tak boleh lagi berharap banyak kucuran dana dari pusat,” jelasnya.
Kreasi dan inovasi, menurut Muchlis, sangat dibutuhkan dalam mengelola apa saja yang menjadi potensi daerah. Dispenda, dalam hal ini UPTD Samsat Gowa, memiliki posisi strategis dalam kondisi ini.
”Tidak usah dipikirkan mengapa jenis item pajak dikelola oleh provinsi dan bukan kabupaten. Karena itu sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan negara, yaitu efisien dan efektifitas. Contoh untuk PKB dan pajak air. Jadi sudah sedemikian rupa diatur. Kita harus hargai. Dengan adanya Dispenda, diharapkan semua wajib pajak dan wajib retribusi bisa melaksanakan kewajibannya dengan baik,” tandasnya. (rls)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top