Gojentakmapan

Kodim 1422 Sosialisasi Ancaman NKRI

MAROS, BKM — Komando Distrik Militer (Kodim) 1422 Maros, menggelar sosialisasi situasi global dan ancaman Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bersama unsur Muspida, tokoh agama, mahasiswa, dan pelajar di ruang pertemuan Balai Penelitian Jagung dan Serealia (Balitsereal) Maros, Kelurahan Allepolea, Kecamatan Lau, Selasa (22/11).
Komandan Kodim 1422 Maros, Letkol Kav Mardi Ambar Fajaryanto mengatakan, adanya rencana aksi damai 2 Desember mendatang di Jakarta serta isu penarikan uang dari bank secara besar-besaran, mungkin tidak akan dilakukan di Maros. Namun, jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, maka sudah tentu masyarakat Maros juga akan merasakan dampaknya.
”Kami belum menerima adanya laporan akan ada gerakan aksi tanggal 2 desember mendatang di Maros. Namun, sosialisasi ini diharapkan dapat menumbuhkembangkan rasa kebersamaan dan menjaga keutuhan NKRI dengan membuka wawasan bahwa kemajemukan itu ada untuk menjadikan kita menjadi besar,” katanya.
Lanjut dikatakan, saat ini ada upaya dari pihak-pihak tertentu untuk menghancurkan NKRI dengan cara memecah belah masyarakat. Salah satunya melalui isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA). Pasalnya, Indonesia sebagai negara yang memiliki sumber daya alam menjadi tujuan eksplorasi beberapa negara besar di dunia.
Hal itu menurut Mardi, ditandai dengan semakin bertambahnya penduduk dunia dan menurunnya produksi minyak bumi yang diperkirakan habis pada tahun 2056 hingga menjadi latar belakang berbagai konflik yang terjadi di negara Timur Tengah. Konsumsi minyak energi diperkirakan terus melonjak sekitar 41 persen dalam kurun waktu 24 tahun seiring pertumbuhan penduduk dunia yang pada tahun 2056 ditaksir mencapai 14,5 miliar jiwa.
”Ancaman serius paling utama terhadap keutuhan NKRI adalah adanya kepungan Five Power Defence Arrangement (FPDA) atau perjanjian kerjasama pertahanan negara persemakmuran Inggris. Pada bulan oktober lalu, negara-negara ini menggelar latihan pertahanan di laut Tiongkok Selatan melibatkan lebih dari tiga ribu personel, 71 pesawat tempur, 11 kapal tempur dan kapal selam,” terangnya. (ari/mir/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top