Headline

Empat Korban Kapal Tenggelam Belum Ditemukan

JENEPONTO, BKM — Tiga hari sudah KM Cahaya Putri Abadi tenggelam di perairan laut Kembang Miati, dekat Pulau Lambego, Kecamatan Passimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar. Dari 10 orang yang berada di atas kapal, hanya enam orang yang ditemukan dalam kondisi selamat.
Empat orang lainnya, hingga kemarin belum ditemukan. Padahal upaya pencarian telah dilakukan tim Basarnas Sulsel dan Kepulauan Selayar.
Data ini dirilis, setelah sebelumnya sempat terjadi simpang siur jumlah korban yang ditemukan. Khususnya korban meninggal. Sebab sehari pascakejadian, disebutkan ada tiga korban meninggal yang ditemukan. Satu lainnya masih dicari. Padahal, empat korban meninggal itu belum ada satupun yang ditemukan.
Burhanuddin Sila, Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jeneponto membenarkan hal itu. Ia memberi penjelasan melalui handphone, ketika dalam perjalanan dari Selayar menuju Jeneponto, Rabu (23/11).
Burhanuddin membawa pulang enam warga Jeneponto yang ditemukan selamat setelah kapal tenggelam, Minggu dinihari (20/11) lalu. Mereka sebelumnya dievakuasi dengan kapal milik SAR dari lokasi kejadian ke pelabuhan Pamatata, Selayar.
Selanjutnya dengan menggunakan fery diseberangkan ke pelabuhan Bira, Bulukumba. Perjalanan dari Bulukumba ke Jeneponto ditempuh melalui jalur darat menggunakan tiga mobil.
”Kami masih berada di pelabuhan Pamatata, Selayar bersama enam korban yang selamat. Kami akan menyeberang ke pelabuhan Bira. Selanjutnya ke Jeneponto. Korban akan diantar ke rumahnya masing-masing,” terang Burhanuddin.
Mantan Lurang Empoang ini kemudian merinci nama-nama enam korban selamat. Masing-masing H Ramli (51) kapten kapal, Edi (29), Asrul (18), Wawan (18) dan Badu (18), yang kesemuanya anak buah kapal (ABK). Kelimanya warga Desa Pao, Kecamatan Tarowang, Jeneponto. Satu korban selamat lainnya Azis (18), warga Tamalatea merupakan penumpang kapal.
Sedangkan empat korban lainnya yang belum ditemukan atau hilang, kata Burhanuddin, yakni Aci (54) dan Hamzah (28). Keduanya warga Desa Pao, Kecamatan Tarowang. Dua lainnya adalah Andi Patiro (45/penumpang), warga Desa Pao, serta Salam (35), warga Mattoanging, Desa Langkura, Kecamatan Turatea.
Sebelumnya, pada Selasa (22/11) pukul 22.00 Wita, keenam korban dievakuasi dari lokasi kejadian ke RSUD Hayung Kota Benteng, Selayar. Kesehatan mereka diperiksa dan mendapat pengobatan medis.
Selain 10 orang yang ada di atas kapal nahasa itu, menurut Burhanuddin, ada pula dua unit sepeda motor serta hewan ternak. Masing-masing 15 ekor kerbau, sapi 40 ekor, kuda 15 ekor dan kambing 40 ekor. Kapal berlayar dari Kupang menuju Jeneponto. Kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar.
Pencarian terhadap korban hilang, menurut Baharuddin masih dilakukan. Tim menggunakan KM Artasena dari SAR Provinsi Sulsel. Juga dua perahu karet milik BPBD Selayar. Dibantu kapal kayu jolloro milik Polsek Passimarannu. (krk/rus/b)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top