Headline

Bakar Motor Polisi, Empat Mahasiswa Terancam Dipecat

BKM/ISHAK MAPPELAWA BAKAR MOTOR POLISI-Empat mahasiswa Unismuh yang diamankan tim Resmob Satreskrim Polrestabes Makassar, Rabu subuh (23/11).

MAKASSAR, BKM — Hampir sebulan lamanya polisi melakukan pengejaran. Empat mahasiswa yang membakar motor polisi akhirnya ditangkap. Aksi anarkis itu berlangsung ketika mereka menggelar demo memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober lalu.
Unjuk rasa dilakukan di depan kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Jalan Sultan Alauddin, Makassar. Selain membakar enam motor, mereka juga membuang kendaraan dinas polisi itu ke dalam got.
Saat melakukan aksinya, para pelaku menggunakan penutup wajah. Namun setelah diusut oleh polisi, identitas mereka teridentifikasi. Aparat pun kemudian memburunya.
Tapi tidak mudah bagi petugas untuk menemukan kebaradaannya. Tapi sepanda-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Sepintar-pintarnya mereka menghindar dari kejaran polisi, akhirnya tertangkap jua.
Penangkapan empat orang yang kesemuanya mahasiswa Unismuh, bermula dari informasi yang diperoleh polisi. Mahasiswa yang selama ini dicari sedang berada di sekretariat IPMIL Jalan Kijang.
Tim Resmob Satuan Reskrim Polrestabes Makassar yang dipimpin AKP Edy Sabhara Manggabarani langsung bergerak. Setibanya di lokasi, penggeledahan dilakukan.
Hasilnya, seorang mahasiswa bernama Purnomo (24) diringkus, Rabu (23/11) kira-kira pukul 03.30 Wita. Ia beralamat di Jalan Karunrung Raya 3 Makassar. Polisi kemudian menggelandang Purnomo ke Mapolrestabes Makassar. Keterangannya langsung dikorek. Diapun ‘bernyanyi’ dengan menyebut tiga rekannya yang lain. Termasuk alamatnya.
Pengembangan dilakukan. Tiga mahasiswa itupun berhasil diamankan.
Muh Robby (22) beralamat di Jalan Tala’ Salapang Raya. Muh Alam Pratama (23) tinggal di Kompleks Pemda Blok E. M Jaelani (22), warga Jalan Sultan Hasanuddin nomor 67, Kabupaten Barru.
”Kita awalnya mengamankan seorang mahasiswa terduga pelaku pembakaran motor polisi. Ia berada di sekretariat IPMIL Jalan Kijang. Dalam pemeriksaan, ia mengaku membakar motor dinas kepolisian bersama rekannya sesama mahasiswa,” terang AKP Edy.
Selanjutnya, tambah Edy, Purnomo kemudian menyebut identitas tiga temannya yang lain. Mereka pun berhasil ditangkap. ”Ketika diperiksa, ketiganya juga mengaku membakar motor polisi saat demo di depan kampus Jalan Alauddin,” tambah Edy lagi.
Penangkapan terhadap keempat mahasiswa ini dilakukan berdasarkan laporan polisi nomor: LP/2635/X/2016/Polda Sulsel/Restabes, tertanggal 28 Oktober 2016. Hingga kemarin, keempatnya masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolrestabes Makassar.
Rektor Unismuh, Dr Abdul Rahman Rahim, kemarin sore mengaku belum menerima penyampaian secara resmi dari kepolisian terkait penangkapan empat mahasiswa tersebut. Pihaknya masih menunggu informasi dari Polrestabes Makassar apakah betul empat orang yang ditangkap itu merupakan mahasiswa Unismuh.
”Saya baru tahu informasi dari kita (BKM). Belum ada penyampaian dari polisi. Kejadiannya kan di luar kampus. Jadi belum bisa dipastikan apakah mereka mahasiswa kami atau bukan. Tapi intinya, ini kasus kriminal. Itu sudah wilayahnya kepolisian,” ujarnya melalui telepon selular ketika dalam perjalanan pulang dari kampus ke rumah.
Bagaimana jika mereka adalah betul mahasiswa Unismuh dan terbukti membakar motor dinas kepolisian? Rahman menegaskan, tentu akan ada sanksi yang diberikan.
”Kita ada komisi disiplin. Komisi inilah yang memproses hal-hal yang terkait pelanggaran. Mekanismenya sudah ada. Termasuk tata tertib dan sanksinya. Mulai dari teguran lisan, tertulis hingga pemecatan. Tergantung tingkatan pelanggarannya. Kalau memang harus dipecat, kita akan lakukan,” tegasnya. (ish/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top