Sulselbar

Warga Kalukku Keluhkan Banjir

BKM/ALALUDDIN BANJIR -- Wakil Ketua DPRD Sulbar, Hamzah Hapati Hasan saat menemui masyarakat di Kalukku kabupaten Mamuju. Pertemuan ini didominasi pengaduan tentang banjir yang melanda sekitar tempat tinggal mereka.

MAMUJU, BKM — Warga di seputaran kecamatan Kalukku, kabupaten Mamuju, mengeluhkan banjir yang kerap terjadi di daerah mereka. Keluhan itu mereka sampaikan kepada Wakil Ketua DPRD Sulbar, Hamzah Hapati Hasan berkunjung ke daerah tersebut, Senin (21/11). Politisi yang akrab disapa H4 ini mengadakan tatap muka dengan warga di dusun Lari Labuang, kelurahan Sinyonyoi, kecamatan Kalukku.
Silih berganti warga menyampaikan aspirasi mereka kepada H4 yang sebagian besar terkait masalah banjir.
Salah seorang tokoh masyarakat, Muhammadong, mengatakan, banjir kerap terjadi di daerah sekitar Bandara Tampapadang. Banjir ini terjadi akibat luapan air dari sungai Gentungan. ”Sejak tanah diambil untuk pembebasan lahan Bandara, maka di sungai terjadi erosi. Inilah mungkin yang menyebabkan air sungai meluap. Pemukiman warga sekitar terancam banjir kalau air selalu meluap,” katanya.
Warga dusun Kanang-kanang, kelurahan Bebanga yang hadir di pertemuan itu, Sirajuddin, juga mengeluhkan tentang banjir di dusunnya. Menurutnya, curah hujan yang normal saja sudah terjadi genangan air, apalagi kalau curah hujannya tinggi. ”Selalu banjir di dusun kami pak. Curah hujan yang normal saja sudah langsung banjir. Ketinggian air rata-rata 80 centimeter. Ini bahaya untuk pengguna jalan karena banyak genangan terjadi di jalan-jalan. Kami usulkan agar bisa dibangunkan drainase atau saluran pembuangan air. Panjang drainasenya kurang lebih 500 meter,” ungkapnya.
Sirajuddin yang juga imam masjid di dusun tersebut, meminta bantuan untuk masjid karena juga menjadi area sasaran banjir. Rahmat, warga dusun Padang Malolo, kelurahan Sinyonyoi Selatan, juga mengeluhkan masalah banjir. Ia meminta agar bisa dianggarkan penguatan tebing untuk mengamankan pemukiman warga. Ada juga masjid yang halamannya selalu tergenang air dan hal ini menyulitkan warga yang ingin datang ke masjid.
”Jamaah di masjid kami terganggu karena pekarangannya selalu digenangi air. Mohon dibantu pak agar ada penimbunan di pekarangan masjid,” ujarnya.
Warga lainnya, Hamzah, meminta agar kelompok tani ternak kambing mereka juga mendapat bantuan dari pemerintah daerah. Menanggapi semua aspirasi tersebut, Hamzah mengemukakan, pada prinsipnya pihaknya siap mengakomodir semua aspirasi warga tersebut. ”Itu memang sudah menjadi tugas pokok kami atau kewajiban kami untuk menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Saya catat, hampir semua aspirasi terkait masalah banjir. Tentu kami akan memberikan solusinya, apakah melalui anggaran pemerintah atau cukup anggaran pribadi jika kami sanggup tangani secara pribadi. Untuk drainase dan penguatan tebing, kami akan anggarkan di APBD 2017. Untuk masjid silakan masukkan proposalnya untuk kita anggarkan di APBD 2017. Bantuan kelompok tani untuk ternak juga kami akan anggarkan,” ungkap sekretaris partai Golkar Sulbar ini. (ala/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top