Politik

Samuel : PKPI Harus Bersatu Agar Kuat

MAKASSAR, BKM–Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia masih berselisih, baik ditingkat kepengurusan Dewan Pimpinan Nasional (DPN), hingga berimbas pada dukungan di Pemilihan Gubernur dan pemilihan walikota dan bupati seluruh Indonesia.
Untuk itu, Pemerintah, stakholder dan lainnya diminta agar mengambil sikap yang jernih agar konfilk yang terjadi tidak merugikan partai politik yang sah maupun masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKPI, Samuel Samson di Makassar, Selasa (22/11). Samuel yang datang ke Makassar dalam kapasitasnya untuk menjadi saksi pada persidangan kasus Pilwali Jayapura di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) di Makassar kemarin mengaku kasus yang dialami partainya sangat merugikan sejumlah pihak. Dan hal ini dimanfaatkan oknum tertentu untuk mengambil keuntungan atau manfaat dari perseteruan yang terjadi.
Didampingi pengurus DPP dan Muhammad Arqam dari PKPI Sulsel, Samuel mengungkapkan awal keretakan muncul ketika Isran Noer terpilih sebagai ketua DPN PKPI menggantikan Sutiyoso yang diangkat menjadi Kepala BIN.
Atas kewenangan yang dimiliki, Isran akhirnya melakukan pemecatan tanpa melibatkan sekjen Samuel Samson dan pengurus DPN lain. Tak hanya itu, tindakan Isran juga bertentangan dengan AD ART PKPI. Masalah belum selesai, muncul lagi ketua umum DPN PKPI hasil Kongres luar biasa yakni Hendro Priyono. Dualisme kepemimpinan di PKPI membuat dukungan di Pemilihan kepala daerah bermasalah. “Saya berharap sidang PT TUN di Makassar menjadi pembelajaran semua stakeholder yang ada, utamanya KemenkumHAM, KPU dan jajarannya termasuk pengurus, kader dan para kandidat yang berharap rekomendasi dari PKPI, PKPI harus bersatu agar menjadi partai yang kuat”pungkas Samuel. (rif)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top