Bisnis

Pendapatan Premi Asuransi Capai Rp46,1 T

JAKARTA, BKM — Pendapatan premi asuransi umum hingga kuartal III 2016 tercatat sebesar Rp46,1 triliun. Angka ini sesuai laporan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) tumbuh sebesar 8,7 persen dibandingkan pendapatan premi pada kuartal III 2015 yang tercatat sebesar Rp42,4 triliun.
Kepala Bidang Komunikasi dan Statistik AAUI, Dadang Sukresna, menjelaskan, hanya ada tiga lini bisnis asuransi umum yang mencatatkan pertumbuhan negatif pada kuartal III 2016, yakni kendaraan bermotor, pengangkutan laut, dan kecelakaan. Sedangkan sisanya mencatatkan pertumbuhan postif secara tahunan.
Peningkatan pendapatan premi terbesar terjadi dilini bisnis satelit sebesar 524,8 persen, energi darat sebesar 230,6 persen, pesawat udara sebesar 79,5 persen, energi offshore sebesar 65,2 persen, dan penjaminan sebesar 54,7 persen. Adapun klaim asuransi umum pada kuartal III 2016 tercatat sebesar Rp20,3 triliun. Angka ini turun 7,6 persen dibandingkan klaim pada kuartal III 2015 yang tercatat sebesar Rp21,9 triliun. ”Penurunan klaim terjadi pada sebagian besar lini usaha,” kata Dadang kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/11).
Lini usaha yang mencatatkan peningkatan klaim, antara lain dilini bisnis energi offshore, rekayasa, tanggung gugat, kredit, dan penjaminan. Adapun rasio klaim pada kuartal III 2016 tercatat sebesar 44 persen. Turun 51,7 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan rasio klaim terbesar antara lain dilini energi offshore mencapai 62,2 persen, rekayasa sebesar 73,5 persen, rangka kapal sebesar 57,4 persen, kesehatan sebesar 81,4 persen, kendaraan bermotor sebesar 47,1 persen, dan kredit insurance sebesar 50,2 persen. (*mir)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top