Headline

Pemulangan Korban Kapal Tenggelam Belum Pasti

JENEPONTO, BKM — Keluarga korban tenggelamnya KM Cahaya Abadi Putri di perairan Selayar masih terus menunggu. Hingga Selasa (22/11), korban selamat dan yang meninggal masih masih berada di wilayah Kepulauan Selayar. Mereka yang sebagian besar warga Jeneponto itu belum dibawa ke kampung halamannya.
Kapolsek Batang, Jeneponto, AKP Muh Amir, kemarin menyebutkan, ada 10 orang yang berada di atas kapal nahas tersebut. Enam diantaranya ditemukan selamat.
Dari jumlah itu, empat orang dirawat di Puskesmas Takabonerate. Sementara dua orang dibawa tim Basarnar untuk menjadi penunjuk letak kapal pengangkut ternak yang tenggelam di perairan Selatan Kembang Miati, Desa Komba-komba, Kecamatan Passimarannu, Kepulauan Selayar.
”Sampai saat ini belum bisa dipastikan jadwal kedatangan para korban, baik yang selamat maupun yang meninggal,” kata AKP Muh Amir di ruang kerjanya, kemarin.
Menurut Amir, pihaknya sementara menunggu informasi dari Selayar. Karena lokasi kapal tenggelam berada di luar Pulau Takabonerate. Jarak Benteng, ibu kota Kabupaten Kepulauan Selayar ke lokasi sangat jauh. Hal ini menyulitkan melakukan komunikasi, karena tidak ada signal telepon.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Bungeng, H Sensus Nyorong. Ia bersama keluarga korban sudah menunggu di Pelabuhan Rakyat Bungeng sejak diterimanya informasi kapal tenggelam. ”Kita masih menunggu sampai korban tiba,” ujarnya.
Ia juga mengklarifikasi bahwa pemilik kapal bukan H Ramli, melainkan H Rustam. Alamatnya di Kupang, bukan di Jeneponto.
Kepala Bidang Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jeneponto, Burhanuddin Sila yang ditugaskan berangkat ke Selayar, ketika dihubungi kemarin, mengaku sedang berada di kantor BPBD Selayar. Ia menunggu tim Basarnas membawa korban selamat dan yang meninggal.
”Informasi terakhir yang kami terima, enam orang ditemukan selamat dan dua orang meninggal dunia. Dua lainnya masih dinyatakan hilang dan sementara dicari. Kalau nama-namanya, nanti setelah korban tiba. Selanjutnya korban kita usahakan bawa ke Jeneponto,” kata Burhanuddin.
Penjelasan Burhanuddin mengklarifikasi data yang disampaikan Kapolsek Batang yang dimuat koran ini, kemarin.
Kepala BPBD Jeneponto, H Anwaruddin Munassar telah meminta kepada Burhanuddin Sila untuk membawa semua korban ke Jeneponto, bagaimanapun caranya. Setelah itu akan diserahkan ke pihak keluarga.
Sebenarnya, menurut Anwaruddin, BPBD tidak memiliki biaya darurat untuk menangani bencana seperti ini. Anggarannya berada di Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPKAD).
”Untuk menggunakannya, butuh proses yang lama. Karena bukan kita yang pegang. Padahal bencana itu bisa datang kapan saja,” kata Anwaruddin. (krk/rus/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top