Konsumsi Buah dan Sayur Rendah – Berita Kota Makassar
Gojentakmapan

Konsumsi Buah dan Sayur Rendah

MAROS,BKM — Tingkat konsumsi buah dan sayuran di Maros termasuk rendah. Hal ini terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Badan Ketahanan Pangan kabupaten Maros di ruang rapat bupati Maros, Senin (21/11). FGD ini bekerjasama Institut Pertanian Bogor (IPB) yang melakukan kajian dan penelitian tentang pola makan dan hidup masyarakat Maros.
Hasilnya, tingkat konsumsi buah dan sayuran di Maros termasuk rendah. ”Dalam sehari tingkat konsumsi sayur dan buah masyarakat Maros sangat rendah. Hitungannya dalam sehari satu orang hanya mengkonsumsi setengah potong pisang atau setengah dari satu buah jeruk,” ujar Marina, salah satu peneliti dari IPB.
Menurutnya, hal ini berbanding terbalik dengan konsumsi protein hewani seperti daging dan ikan. Konsumsi ikan dan daging masyarakat Maros cukup tinggi. Kebutuhan protein hewani setiap orang hanya 120 gram per hari tetapi masyarakat Maros mengkonsumsi 200 gram per hari.
”Misalnya satu mangkok coto ditambah lontong atau ketupat sebenarnya sudah lebih dari cukup memenuhi kebutuhan protein hewani pada tubuh. Apalagi dengan konro atau makanan lain yang porsinya cukup besar,” paparnya.
Tidak hanya itu, menurut Marina, ketergantungan masyarakat Maros terhadap beras atau nasi cukup tinggi. Namun untuk mengubah pola hidup mengganti nasi dengan sumber karbohidrat lain, kata Marina, agak sulit karena masyarakat masih menganggap jika tidak makan nasi maka belum dihitung makan.
Bupati Maros, HM Hatta Rahman, mengatakan, sosialisasi konsumsi sayur dan buah perlu digalakkan ke masyarakat Maros agar pola makan dan pola hidup masyarakat dapat berubah menjadi lebih sehat.
”Tentu sosialisasi pola hidup sehat dengan memperbanyak mengkonsumsi daging dan sayuran akan kita tingkatkan. Cuma saya heran dengan konsumsi sayuran dibilang rendah karena kita lihat kalau pagi-pagi penjual sayur keliling kompleks perumahan sangat banyak dan itu terjadi di seluruh Maros dan tiap hari,” ujar Hatta.
Sementara itu, Plt Kepala Ketahanan Pangan kabupaten Maros, Nurdin, mengatakan, FGD ini digelar sebagai analisis perencanaan kebutuhan pangan selama lima tahun ke depan. ”Kita bekerjasama IPB untuk analisis perencanaan kebutuhan pangan selama lima tahun ke depan. Memetakan kapan dan dimana wilayah rawan pangan sehingga dapat kita antisipas,” pungkas Nurdin. (ari/mir/c)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top