Headline

Kapal Tenggelam, Tiga Meninggal, Satu Hilang

SELAYAR, BKM — Tengah laut Perairan Selatan Kembang Miati, Desa Komba-komba, Kecamatan Passimarranu, Kepulauan Selayar. Jarum jam menunjuk kira-kira pukul 00.00 Wita, peralihan dari hari Sabtu (19/11) ke Minggu (20/11).
Sebuah kapal kayu di bagian lambungnya bertuliskan Cahaya Abadi Putri, tengah berlayar. Kapal ini memuat ratusan ekor ternak. Ada pula penumpang dan anak buah kapal. Seluruhnya berjumlah 10 orang. Kapal ini tengah berlayar dari Mbai, Nusa Tenggara Timur menuju Pelabuhan Jeneponto.
Tiba-tiba saja datang angin kencang. Kapal mengalami bocor pada bagian haluan sebelah kanan. Mendadak kapal langsung karam dan tenggelam.
Suasana menjadi gaduh. Penumpang dan ABK berusaha menyelamatkan diri masing-masing. Sementara hewan yang berada di atas kapal tak bisa lagi diselamatkan.
Kapolres Selayar, AKBP Eddy Suryanta Tarrigan mengkonfirmasi kebenaran adanya kapal karam di wilayah hukumnya. ”Kami terima informasinya dari Polsek Pasimarannu. Anggota di Polsek Pasimarannu langsung melakukan pencarian bersama tim SAR (Search and Rescue),” terang AKBP Eddy, kemarin.
Waktu tempuh ke lokasi kejadian selama tiga jam. Tepatnya di wilayah Ujung Timur Bone Onge, Pulau Lambeo dan arah Selatan Kembang Miati, Desa Komba-komba yang berbatasan langsung dengan Laut Flores. Untuk sampai ke lokasi, anggota Polsek Pasimarannu hanya menggunakan perahu tradisional.
Setelah dilakukan pencarian, sembilan dari 10 orang berhasil ditemukan. Dari sembilan orang itu, enam diantaranya selamat. Sementara tiga lainnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Satu lainnya belum ditemukan dan masih dalam pencarian.
”Dari hasil penyisiran, tim berhasil mengevakuasi korban yang sebagian dalam kondisi terluka. Mereka dibawa ke Pustu (Puskesmas Pembantu) Kembang Miati dan Labego. Selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas Bonerate,” jelas Eddy.
Syahbandar Pelabuhan Jeneponto, Faisal T menjelaskan informasi yang diterimanya. ”Korban yang belum ditemukan kemungkinan terjebak dalam lambung kapal. Baru bisa ditemukan jika rangka kapal ditemukan,” ujarnya.
Kapolsek Batang, Jeneponto, AKP Muh Amir mengaku sudah menghubungi keluarga korban kapal karam tersebut. ”Semua korban, baik yang selamat maupun yang meninggal masih berada di Selayar. Satu orang lainnya masih dalam pencarian,” jelas Muh Amir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jeneponto, H Anwaruddin Munassar mengatakan, pihaknya sudah berkoodirnasi dengan Basarnas terkait tenggelamnya KMP Cahaya Abadi Putri. Pihaknya juga telah menugaskan Kabid Darurat, Burhanuddin Sila untuk datang ke Selayar.
”Kita sudah beberapa kali hubungi kepala BPBD Selayar, tapi tidak tersambung. Keluarga korban juga akan kita bantu,” ujarnya, tanpa merinci seperti apa bantuan yang diberikan.
Terpisah, Camat Batang, Idris Jalling mengaku terus memantau hasil evakuasi korban kapal tenggelam di wilayah kepulauan Selayar. ”Kita sementara mempersiapkan segala sesuatunya bersama pihak keluarga. Termasuk tempat penguburan korban yang meninggal,” terangnya.
Bola (47), istri Nasir, ABK yang meninggal dalam peristiwa ini, mengatakan dirinya mendapat informasi kapal tenggelam dari pemilik kapal, H Ramli. ”Saya disampaikan kalau suami saya meninggal karena kapal tenggelam,” ujarnya.
Menurut Bola, ia tak punya firasat apa-apa sebelum peristiwa nahas ini merenggut nyawa suaminya. ”Sebenarnya tidak ada firasat apa-apa. Tapi sebelum berangkat saya sudah larang untuk pergi melaut. Dia tetap mau pergi. Terpaksa saya biarkan, sambil mendoakan agar selamat bisa kembali lagi berkumpul dengan keluarga. Akhirnya saya dapat informasi kapalnya tenggelam dan suami saya meninggal,” ujarnya sambil memegang erat foto suaminya. Iapun menangis terisak-isak. (ish-krk/rus/b)


Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top