UPTD Samsat Gowa Tegaskan tak Ada Pungli – Berita Kota Makassar
Headline

UPTD Samsat Gowa Tegaskan tak Ada Pungli

SUNGGUMINASA, BKM — Perubahan terus dilakukan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Samsat Gowa. Dalam tempo tiga bulan terakhir sejak dipimpin Kemal Redindo Syahrul Putra, upaya meningkatkan pendapatan pajak terus dilakukan.
Dari empat gerai Samsat yang ada di daerah ini, diubah posisinya. Langkah tersebut ditempuh, sebab ada diantaranya yang pemasukannya hanya Rp300 ribu sehari, sehingga dinilai tak efektif.
”Ada empat gerai yang kita punya. Sebelumnya berlokasi di Bajeng, Pattallassang, Bontomarannu dan Pallangga. Khusus gerai yang Bontomarannu kita sudah tutup. Penggantinya kita buka di Romang Polong. Hasilnya cukup menggembirakan,” terang Kemal Redindo, pekan lalu.
Sejak pelayanan pengurusan pajak kendaraan bermotor (PKB) dibuka di Romang Polong, dalam sehari bisa memperoleh pendapatan paling sedikit Rp15 juta. Sementara di Pattalassang masih sementara berjalan, dan pelayanan berlangsung pada hari-hari pasar.
”Dalam dua bulan terakhir sudah terjadi peningkatan pemasukan dari sektor PKB. Minggu kemarin misalnya, hanya satu hari kita tidak mendapai target harian,” terang Dindo, sapaan akrab Kepala UPTD Samsat Gowa.
Putra Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo ini juga membagi-bagi tugas dalam upaya meningkatkan pendapatan sektor pajak. Outsourching diberi tugas mencari penunggak pajak. Begitu pula dengan bidang untuk melakukannya di wilayahnya masing-masing.
Selain itu, juga memperbaiki hubungan dengan mitra Dispenda di Samsat. ”Saya sudah tegaskan bahwa tidak ada pungli (pungutan liar). Kita bersyukur, karena mitra kami, kepolisian dan Jasa Raharja mendukung dan berkomitmen untuk itu,” tambahnya.
Penerapan kebijakan ini, diakui Dindo berpengaruh cukup signifikan. Wajib pajak tampak antusias datang ke samsat untuk mengurus dokumen kendaraannya.
Meski begitu, diakui Dindo bahwa secara umum kesadaran masyarakat untuk membayar pajak masih perlu ditingkatkan. Salah satu penyebabnya, dari seluruh orang yang mampu beli motor dan mobil, hanya sebagian yang mengetahui apa gunanya pajak. Hal ini berdampak pada masih minimnya pembayaran pajak.
”Karena itu, sosialisasi pajak menjadi salah satu solusinya. Kita akan laksanakan sosialisasi pada 22 November. Kami undang Pak Bupati dan jajarannya. Juga kalangan pengusaha dari Gepensi dan Hipmi. Juga tokoh masyarakat dan camat,” terang Dindo.
Terpisah, Pamin Samsat Gowa, Hasanang menyatakan dukungan sepenuhnya penerapan zero pungli di jajarannya. Sejalan dengan itu, pelayanan yang terbaik tetap diberikan kepada wajib pajak.
”Jangan karena situasi begini pelayanan jadi kendor. Kita sudah berkomitmen untuk membantu pemda meningkatkan pendapatan daerah melalui pajak,” tandasnya.
Persyaratan dalam pengurusan perpanjangan STNK diberlakukan secara ketat. Wajib pajak yang datang bukan atas namanya, diminta untuk mengisi blangko surat kuasa dan melampirkan KTP. Juga surat keterangan dari leasing. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Kepala Seksi (Kasi) Pendataan dan Penataan UPTD Samsat Gowa, Junaid menyebutkan, untuk tahun 2016 ini target PKB yang ditetapkan sebesar Rp61.609.790.000. Hingga pekan lalu, yang belum direalisasikan tersisa 13,55 persen.
”Perubahan-perubahan yang dilakukan Pak Kepala UPTD sudah mempelihatkan hasil. Sejak adanya pelayanan pajak di Romang Polong, terjadi peningkatan yang lumayan,” kata Junaid yang juga baru menjabat di UPTD Samsat Gowa. (rls)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top