Headline

Rapat HMI Cagora Diserang, Tiga Luka, Satu Motor Dibakar

MAKASSAR, BKM — Jarum jam menunjuk pukul 02.30 Wita, Minggu dinihari (20/11). Suasana di kampus Yapika Makassar, Jalan Sultan Alauddin yang semula sepi, tiba-tiba gaduh.
Sekelompok orang tak dikenal melakukan penyerangan secara membabibuta. Kala itu mahasiswa tengah menggelar rapat. Akibatnya, tiga orang mengalami luka-luka.
Ada kira-kira 80-an mahasiswa yang berada di dalam kampus. Mereka merupakan pengurus dan anggota Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Gowa Raya (HMI Cagora) dari beberapa universitas. Masing-masing Universitas Islam Negeri (UIN), Universitas Muhammadiyah (Unismuh), Universitas Sawerigading (Unas) dan Yapika.
Rapat yang berlangsung di halaman kampus Yapika itu, salah satu agendanya adalah pemilihan ketua HMI Cagora. Tanpa disangka-sangka, beberapa orang yang mengendarai sepeda motor dan berjalan kaki muncul.
Mereka berteriak-teriak. Ada pula yang melakukan pelemparan. Bahkan ada diantaranya mengarahkan busur dan anak panah ke kumpulan mahasiswa yang sedang menggelar rapat. Situasipun berubah menjadi gaduh.
Mendapat serangan, puluhan mahasiswa tersebut tak tinggal diam. Mereka balik membalas. Aksi saling serangpun terjadi dengan menggunakan batu. Sementara mahasiswi yang berada di dalam kampus berlarian berusaha menyelamatkan diri.
Hujan batu terus mengguyur kampus Yapika. Puluhan mahasiswa HMI Cagora yang terus melakukan perlawanah, berhasil memukul mundur kelompok OTK dengan menggunakan batu.
Nahas, satu unit motor dari kelompok penyerang tertinggal. Mahasiswa yang kalap langsung membakarnya.
Sementara, satu unit motor milik mahasiswa HMI mengalami kerusakan. Kaca jendela kampus Yapika juga pecah akibat terkena lemparan batu dari kelompok penyerang.
Selain kerugian material, tiga mahasiswa disebutkan terluka dalam insiden ini. Mereka terkena panah, pecahan kaca serta pukulan.
Aldo, mahasiswa Unsa mengalami luka pada bagian dagu akibat terkena anak panah. Akbar, alumni Yapika terluka pada telapak tangan terkena pecahan kaca. Satu mahasiswa lainnya belum diketahui identitasnya. Ia terluka di bagian kaki akibat terkena pecahan kaca.
Sesaat setelah kejadian, petugas Polsek Tamalate tiba di lokasi kejadian. Dipimpin langsung Kapolsek, Kompol Amri AT, langsung dilakukan penyisiran di dalam kampus.
Di lokasi itu polisi menemukan puluhan botol miras jenis Topi Roja dan bir. Diduga kuat mahasiswa hendak berpesta miras. Polisi juga menemukan dua batang anak panah.
”Setelah mendapat laporan, kami langsung turun ke lokasi dan melakukan penyisiran. Kami juga mengambil keterangan dari beberapa saksi di lokasi. Dari hasil penyisiran, ditemukan barang bukti puluhan botol miras di dalam kampus. Diduga ada oknum mahasiswa hendak berpesta miras,” jelas Amrin.
Menyusul insiden ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pasti penyebab penyerangan. Hanya saja, belum ada pihak yang melaporkan secara resmi kejadian tersebut ke polisi. (ish/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top