Berita Kota Makassar | Pengedar Uang Palsu Diringkus
Sulselbar

Pengedar Uang Palsu Diringkus

LUTIM, BKM — Aparat Polsek Wotu berhasil mengamankan satu terduga pengedar uang palsu di Desa Tarengge, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (19/11) sore

Pelaku bernama Suryawati (38) warga Desa Mayasari, Kecamatan Pamona Selatan, Provinsi Sulteng diamankan bersama sejumlah uang palsu dan langsung digiring ke Mapolsek Wotu.
Bhabinkamtibmas Polsek Wotu, Brigpol Taufik Pratomo mengatakan, pelaku telah membelanjakan uang palsu pecahan Rp50 ribu di warung milik A Hadijah di Desa Tarengge, Kecamatan Wotu.
Menurut pengakuan korban, pelaku bukan kali pertama melakukan transaksi dengan menggunakan uang palsu diwarung miliknya itu. Pelaku dikenal dan telah tercatat sudah kali ketiga berbelanja di warung korban hingga akhirnya tertangkap.
Korban A Hadijah berpura-pura tidak curiga kalau pelaku adalah pengedar uang palsu sebelumnya hingga akhirnya pelaku tersebut kembali mengeluarkan uangnya. Saat itu, korban langsung memeriksa dan ternyata uang yang dikeluarkan itu adalah palsu.
“Korban dibantu warga sekitar dan mengamankan pelaku di dalam warung. Setelah mendapatkan informasi anggota Polsek Wotu langsung ke TKP dan mengamanakan pelaku bersama dengan barang buktinya,” ungkap Taufik, Minggu (20/11) kemarin.
Barang bukti uang palsu yang diamankan 89 lembar pecahan Rp50 ribu dan tiga lembar pecahan Rp100 ribu dengan jumlah uang palsu sebanyak Rp 4. 750.000. Selain mengamankan uang palsu, Polisi juga mengamankan uang asli sebanyak Rp2.219.000 dengan rincian, pecahan Rp100 ribu, 15 lembar, pecahan Rp50 ribu, 5 lembar dan Rp469.000 pecahan Rp10.000, Rp5 ribu, Rp2 ribu, dan Rp1.000.
Barang bukti lainnya seperti, tiga buah kartu Pers, satu buah KTP dan Kartu Mahasiswa asal STIH Damarica palopo, handycam mini, tiga buah HP, satu unit motor Honda Black DP 2446 HD, tiga buah gelang dan satu pasang anting imitasi warna emas, satu buah mata uang Thailand, satu buah tas berisikan pakaian dan satu tas merah yang digunakan meyimpan uang palsu, tiga buah dompet kecil yang digunakan menyimpan uang asli hasil tukaran uang palsu juga diamankan.
Kepada penyidik pelaku mengaku uang tersebut diambilnya di Kota Makassar melalui perantara yang akhir tahun 2015. Barang bukti itu dikirim dari Jakarta oleh orang yang tidak dikenalinya melalui teman dengan cara komunikasi melalui ponsel.
“Dari hasil interogasi sementara pelaku saat itu membeli uang palsu sebayak Rp5 juta dengan menukarkan uang asli sebesar Rp1,5 juta. Pelaku juga mengakui uang palsu tersebut sempat diedarkan sebelumnya di wilayah Kecamatan Nuha, Malili, dan Mangkutana,”ujar Taufik. (alp/C)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top