Metro

Pemasaran Kulit Terganjal Regulasi

MAKASSAR, BKM– Pemerintah Kota Makassar belum dapat memanfaatkan produksi kulit yang dikelola Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) kulit Tamangapa dengan memasarkan kulit keluar atau dalam Kota Makassar.
Sejak resmi dioperasikan pada 2015 lalu, UPTD kulit Tamangapa telah memproduksi sebanyak 5.000 fit atau mencapai satu ton kulit dengan ukuran masing-masing kulit 30×30 cm. Jenis kulit yang diproduksi UPTD kulit sebagian besar jenis kulit sapi yang dibeli dari RPH Tamangapa menggunakan anggaran APBD setiap tahun sebesar Rp800 juta yang diusulkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Makassar.
Guna memanfaatkan produksi kulit yang dikelola UPTD kulit Tamangapa, Disperindag Makassar melalui Kepala Bidang Perindustrian, Ikhsan mengaku terus berusaha mencari solusi agar kulit yang diproduksi dapat dipasarkan.
Menurutnya, keberadaan regulasi baik berbentuk Peraturan Daerah (Perda) ataupun Peraturan Walikota (Perwali) tentang pemasaran atau penjualan kulit di Makassar yang dikelola UPTD kulit Tamangapa suatu cara yang bijak agar produksi kulit di Makassar dapat dimanfaatkan.
“Belum ada regulasi baik itu perda atau perwali yang mengatur tentang pemasaran atau penjualan kulit di Makassar. Kita masih mengupayakan untuk membentuk regulasi itu. Apalagi kulit yang ada di gedung UPTD kulit Tamangapa sudah jadi, atau siap dijual ataupun di ekspor karena kualitasnya itu baik dan cocok digunakan untuk pembuatan jaket atau sepatu,” ucap Ikhsan kepada BKM, akhir pekan lalu.
Ikhsan menambahkan, kualitas kulit di Makassar terbaik di Indonesia dan bersaing dengan kualitas kulit dari Sumatera Barat, Padang Panjang. Beberapa pengerajin atau pengusaha kulit di berbagai daerah di Indonesia juga mengaku siap membeli kulit asal Makassar, sehingga cukup disayangkan jika kulit yang sudah siap dipasarkan belum juga dijual.
“Banyak pengerajin yang mengakui kalau kulit kita ini kualitasnya baik dan kulit terbaik nomor dua setelah Padang Panjang. Kulit yang ada di UPTD kulit Tamangapa cocok digunakan untuk bahan jaket dan sepatu. Sudah banyak kulit yang dikelola dan siap dibuat menjadi jaket, sepatu dan siap dipasarkan. Apalagi sudah ada sebagian kulit yang diwarnai, tinggal dipasarkan saja,” tandasnya.
Menyikapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Ibrahim Saleh mengharapkan produksi kulit sapi yang sudah banyak dikelola UPTD Kulit Tamangapa dapat segera dimanfaatkan seperti yang diharapkan Pemerintah Kota Makassar.
“Tentu kita harapkan produksi kulit sapi dapat dimanfaatkan untuk membuat sepatu ataupun jaket berbahan kulit sapi yang kita punya. Ini Tupoksi dari Disperindag Makassar Makassar bagaimana kulit sapi dapat diberdayakan atau dimanfaatkan,” katanya.
Informasi yang dihimpun BKM, gedung atau kantor UPTD Kulit yang berada tidak jauh dari kantor RPH mulai berdiri sejak 2010. Pada tahun 2011 sampai 2014, UPTD Kulit Tamangapa telah beroperasi namun belum optimal. Hal tersebut disebabkan masih minimnya alat seperti alat pencucian kulit, pembersihan kulit sampai pewarnaan kulit.
Ditahun 2015, UPTD kulit sudah resmi beroperasi. Seluruh alat telah lengkap yang didatangkan dari pusat secara bertahap. (arf)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top