Isak Tangis Iringi Pelepasan Prajurit – Berita Kota Makassar
Metro

Isak Tangis Iringi Pelepasan Prajurit

MAKASSAR, BKM– Minggu (20/11), kemarin, suasana haru dan isak tangis terdengar dari sejumlah ibu-ibu prajurit di Dermaga Lantamal VI Makassar.

Mengapa tidak, suami mereka dari satuan tugas Satgas Yonif 726/Tamalatea Kodam VII Wirabuana mendapat tugas negara dalam tugas Operasi PAM Daerah Rawan Maluku dan Maluku Utara Tahun 2016.
Sanak keluarga mereka mulai istri, anak hingga orang tua datang melepas kepergian prajurit yang ditugaskan mengamankan daerah rawan Maluku dan Maluku Utara.
Seperti yang dirasakan Iis, salah satu istri prajurit Yonif 726/Tamalatea Kodam VII/Wirabuana. Iis mengaku, harus ikhlas melepas suaminya untuk melaksanakan tugas negara selama sembilan bulan di daerah Maluku dan Maluku Utara. Kepergian suaminya dalam menjalankan tugas negara diakui sudah yang kedua kalinya setelah ditugaskan di Papua, Kabupaten Merauke selama delapan bulan pada tahun 2013 lalu.
“Cukup sedih karena harus ditinggalkan suami untuk sementara. Tetapi ini suatu kebanggan juga, karena suami saya mendapat kepercayaan dalam mengamankan NKRI,” ucap ibu dua orang itu.
Kata Iis, yang harus dilakukan setelah ditinggal tugas suaminya, dia harus menjaga dan mendidik sebaik mungkin kedua anak-anaknya yang masih berusia empat tahun dan bungsu berusia dua bulan. Tidak banyak komentar yang dapat disampaikan Iis, dia hanya berharap suaminya dapat bekerja sebaik-baik mungkin dan pulang dengan selamat.
Sementara itu, dalam sambutan Panglima Kodam (Pangdam) Vll Wirabuana, Mayor Jendral TNI Agus Surya Bakti saat upacara pemberangkatan Satgas Yonif 726/TML Kodam VII Wirabuana mengatakan, dia sangat bangga dan mengucapkan selamat kepada seluruh prajurit Yonif 726/Tamalatea yang telah mendapat kepercayaan dari pimpinan TNI, bangsa dan negara untuk melaksanakan tugas pengamanan di daerah rawan Maluku dan Maluku Utara.
Keberangkatan prajurit dalam melaksanakan tugas pengamanan, kata Pangdam, diharapkan setiap prajurit dapat menjaga kehormatan TNI dengan menjaga sikap, dan prilaku yang baik terhadap masyarakat. Sehingga kehadiran Satgas dapat diterima dan mendapat pengakuan secara baik oleh masyarakat setempat.
Bukan hanya itu, bagi anggota Satgas yang sudah berkeluarga diharapkan untuk tidak terlalu banyak memikirkan keluarga dalam mencegah terjadinya kelalaian yang pada akhirnya akan mengakibatkan kerugian bagi diri sendiri dan juga kepada keluarga yang ditinggal. Apalagi penugasan operasi daerah merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi seluruh keluarga.
“Setiap prajurit diminta untuk ber-pedoman pada Standar Operasi Prosedur (SOP) sehingga tidak salah dalam bertindak, karena hal tersebut di samping dapat menodai citra TNI, juga akan berdampak kepada diri prajurit yang bersangkutan. Kepercayaan ini merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi prajurit untuk dipertanggung-jawabkan serta dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, melalui berbagai upaya yang maksimal dalam menjaga keamanan di daerah rawan Maluku dan Maluku Utara guna mempertahankan situasi yang saat ini sudah kondusif,” tuturnya.
Dia menambahkan, penugasan ke daerah operasi merupakan wujud nyata pengabdian dan kehormatan bagi seorang prajurit kepada negara dan bangsanya, karena disamping mempertahankan tegaknya kedaulatan wilayah NKRI dan kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa, juga memberikan rasa aman bagi masyarakat di daerah penugasan.
“Prajurit yang telah bertugas ke daerah operasi tentu akan menambah pengalaman serta memungkinkan mendapatkan hal-hal baru yang belum pernah dialami pada penugasan sebelumnya. Sedangkan bagi prajurit yang belum pernah bertugas ke daerah operasi, penugasan ini kesempatan berharga dalam karir sebagai prajurit yang belum tentu akan dialami pada kesempatan lainnya,” katanya. (arf)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top