Headline

Diusir, Suami Parangi Istri dan Anak

GOWA, BKM — Sabtu dinihari (19/11) pukul 03.30 Wita di Dusun Pakkeng, Desa Mamampang, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa. Suasana yang semula hening berubah menjadi ramai.
Seorang warga setempat bernama Muhiddin (40) tega berbuat sadis. Ia sampai hati melukai dua orang terdekatnya dengan sebilah senjata tajam. Istri dan anak diparanginya hanya gegara persoalan sepele.
Naharia (39) dan putrinya, Nurhikmawati (14) dianiaya menggunakan sajam setelah Muhiddin tersinggung karena diusir. Akibatnya, Naharia menderita luka serius pada bahu kanan dan lengan kanan. Sedangkan Nurhikmawati mengalami luka pada tangan dan jari tangan sebelah kanan.
Peristiwa kekerasan dalam rumah tangga ini bermula Naharia menyuruh Muhiddin pulang ke rumah orangtuanya. Pernyataan ketus sang istri membuat pitam Muhiddin memuncak. Diapun mengambil parang, lalu menyerang istrinya dengan membabibuta.
Mendengar suara ribut-ribut, putri pasangan suami istri ini, Nurhikmawati pun terbangun. Ia langsung berlari ke arah munculnya suara-suara ribut dalam rumahnya.
Melihat ibunya diparangi oleh ayahnya, Nurhikmawati berusaha melerai. Namun sayang, parang yang dipegang ayahnya turut menyabet tangan kanan dan melukai jari-jarinya.
Di saat pelaku hendak memarangi istrinya yang ketiga kalinya, keluarga Muhiddin bernama Umar datang. Ia membantu memegang kuat pelaku, serta merampas parang dari tangannya. Peristiwa berdarah di dinihari itupun mengundang para tetangga berdatangan.
Tidak lama berselang, anggota Polsek Tombolopao datang dan mengamankan tersangka beserta barang bukti. Muhiddin kemudian digiring ke Mapolsek Tombolopao dan dijebloskan ke dalam sel tahanan. Sementara kedua korban dilarikan ke Puskesmas Tamaona untuk mendapatkan pertolongan.
Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan, kemarin mengkonfirmasi kebenaran peristiwa ini. ”Kasusnya sementara ditangani. Pelaku sudah diamankan. Kedua korban menjalani perawatan di puskesmas,” ujarnya.
Pihak kepolisian, kata Mangatas, akan mengusut apa yang menjadi motif pelaku sehingga nekat memarangi istri dan anaknya itu. Namun informasi yang diperoleh polisi, peristiwa tersebut dipicu oleh ketersinggungan pelaku yang diusir oleh istrinya.
Pihak keluarga, menurut Umar yang dihubungi terpisah, tidak pernah menyangka Muhiddin akan berbuat setega itu. ”Kami tidak tahu apa penyebab awalnya. Yang jelas, saya yang ada di tempat melihat dia akan memarangi lagi istrinya. Saya lihat anaknya juga terluka karena diparangi,” kata Umar.

Tewas diparangi

Di waktu yang hampir bersamaan, peristiwa berdarah juga terjadi di Dusun Tanrara, Desa Tanrara, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa. Seorang warga setempat bernama Docca Dg Tutu (52) meregang nyawa di ujung badik milik kerabatnya sendiri, Baharuddin Dg Rani.
Kejadian yang berlangsung, Sabtu (19/11) membuat gempar warga sekitar. Penyebabnya, Baharuddin tersinggung setelah korban datang merusak kegiatan domino yang dilakukannya bersama sejumlah warga lainnya. Korban saat itu disebutkan dalam kondisi mabuk.
Di bawah pengaruh minuman keras, korban dengan suara lantang menantang mereka yang sedang bermain domino untuk berkelahi. Iapun mengacungkan badik yang dibawanya.
Karena terusik dan tak terima ditegur seperti, para pemain domino bubar. Tiba-tiba, Baharuddin yang masih kerabat dekat dengan korban langsung menghampiri dan menikamnya menggunakan badik.
Kapolsek Bontompo, AKP Abd Rahman membenarkan kejadian tersebut. Kapolsek menjelaskan, korban Docca Dg Tutu datang ke tempat main domino dalam keadaan mabuk berat.
”Korban memarahi semua orang yang main domino dan menantang warga untuk berkelahi dengan menggunakan badik.
Mungkin karena tak terima ditegur begitu, pelaku Baharuddin Dg Rani yang juga keluarga korban langsung menikamnya menggunakan badik. Korban langsung terkapar dengan usus terburai,” jelas Kapolsek.
Tidak lama setelah kejadian personel Polsek Bontonompo diback up Polres Gowa langsung menangkap Baharuddin Dg Rani di rumahnya di Dusun Tanrara. Polisi juga menyita barang bukti sebilah senjata tajam jenis badik. (sar/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top