Berantas Pungli, Bongkar Muat Barang Maksimal 2,5 Hari – Berita Kota Makassar
Metro

Berantas Pungli, Bongkar Muat Barang Maksimal 2,5 Hari

MAKASSAR, BKM — Selama ini, pelayanan bongkar muat barang di Pelabuhan Soekarno-Hatta kerap dikeluhkan. Masa tunggu hingga barang diproses untuk pemuatan atau pembongkaran bisa memakan waktu berhari-hari karena adanya kendala.

Dan akibat persoalan yang ada, muncul sepak terjang oknum-oknum yang menginginkan proses cepat dengan mengambil jalan pintas.
Akibatnya, terjadi pungli alias pungutan liar diluar aturan yang telah ada. Dan belum lama ini, ada oknum yang berhasil masuk dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) karena praktik pungli tersebut.
Ternyata, persoalan bongkar muat di pelabuhan tersebut sudah mendapat perhatian langsung Presiden RI Joko Widodo. Dia menginstruksikan, durasi proses bongkar muat barang di pelabuhan (dwelling time) maksimal 2,5 hari.
Menindaklanjuti intruksi itu, PT Pelindo IV segera berbenah.
Menurut Direktur Utama PT Pelindo IV, Doso Agung, selama ini, pihak terkait telah berupaya melakukan penurunan semua dwelling time. Antara lain dengan membentuk desk dengan melibatkan semua pihak terkait. Mulai dari pelaku usaha, pemerintah daerah dan kepolisian.
“Dengan demikian, seluruh hambatan yang ada bisa dapat segera diatasi. Dwelling time terus diupayakan dalam kisaran stabil antara 2,5 atau dibawah 2,5 hari, telah memenuhi keinginan Presiden Joko Widodo seperti telah disampaikan beberapa waktu lalu yang pada peresmian Jakarta New Port,” jelas Doso Agung, saat diskusi terkait persoalan itu di Lantai 7 gedung Kantor Pusat Pelindo IV, Jumat (18/11).
Diskusi itu juga dihadiri Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dan Kapolda Sulsel Irjen Pol Anton Charliyan. Juga
Kepala Otoritas Pelabuhan, Dirut Pelindo IV serta pihak-pihak terkait dalam upaya penurunan dwelling time diantaranya Pelabuhan Makassar, Kapolres Pelabuhan, Bea Cukai, Balai Karantina dan Syahbandar yang ada di wilayah Pelindo IV.
Doso berharap, semua pihak terus menjaga agar dwelling time dapat dipertahankan di angka maksimal 2,5 hari. Informasi terakhir diperoleh angka pencapaian Dwelling time Pelindo IV telah menyentuh angka 2,48 hari.
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemprov, Kapolda Sulsel, otoritas Pelabuhan, Beacukai.
Karantina, Perindustrian dan Perdagangan karena keberhasilan dwelling time Pelabuhan yang sudah bisa dijaga.
Sementara itu, Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Anton Charliyan mengutarakan, kalau selama ini pihaknya tidak hanya berperan sebagai keamanan dalam masyarakat, namun juga dalam kelancaran ekonomi negara.
“Untuk itu, kami juga telah berperan aktif dalam upaya-penurunan dwelling time maupun peningkatan ekonomi Sulsel,” ujarnya
Sejauh ini, kata Kapolda Sulsel, pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan dwelling time di Pelabuhan Makassar, yaitu dengan selalu memfasilitasi bahkan mementingkan apa-apa yang menghambat dalam rangka percepatan dwelling time.
Dia juga menghimbau agar semua pihak tidak lagi melakukan pungutan-pungutan di luar ketentuan dalam kegiatan yang tidak ada pelayanannya.
“Pokoknya yang tidak ada ketentuannya dalam pelayanan tidak boleh dapat pungutan,” tegas Anton
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, bahwa selama ini semua pihak mulai
Kapolda Sulsel, instansi terkait seperti otoritas Pelabuhan, bea cukai, Perdagangan dan Perindustrian, karantina, dan instansi lainnya serta PT Pelindo IV selaku operator pelabuhan telah bekerja sama dengan sangat baik untuk menurunkan capaian dwelling time.
“Semua upaya tersebut intinya bermuara pada penurunan angka dwelling time di Pelabuhan Makassar,” ungkap Syahrul.
Selain itu, lanjut gubernur, pihaknya juga telah berusaha melakukan peningkatan ekspor sejalan dengan capaian dwelling time di Pelabuhan Makassar yang kian membaik. “Yaitu, antara lain dengan fokus pada keunggulan komoditas ekspor dengan basic pada pertanian, perkebunan dan perikanan,”jelasnya.
Dia menambahkan, ekspor yang dilakukan juga sudah memiliki nilai tambah, dari produk setengah jadi menjadi produk yang sudah jadi. (rhm)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top