Berita Kota Makassar | Aksi Bersih-bersih Loyalis SYL
Politik

Aksi Bersih-bersih Loyalis SYL

MAKASSAR, BKM–Aksi bersih-bersih terhadap loyalis mantan Ketua Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang dilakukan Ketua Golkar Sulsel transisi HAM Nurdin Halid (NH) diprediksi dapat mempengaruhi kerja-kerja NH dimasa mendatang, termasuk jelang Pemilihan Gubernur Sulsel 2018 nanti.
Saat ini langkah yang diambil NH dapat menjadi perlawanan dari para ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar kabupaten kota yang merasa tak bersalah lalu dicopot.
Meski alasan pergantian ketua karena tidak maksimal melakukan kerja-kerja partai serta masa bakti yang sudah berakhir.
Untuk itu, NH tak hanya sekedar melakukan konsolidasi dilevel elit, namun butuh legitimasi dari kader dan konstituen Golkar yang ditinggalkan SYL.
Hal tersbeut disampaikan dosen politik Unhas Dr Adi Suryadi Culla yang dimointai komentarnya, Jumat (18/11).
Menurut Adi, hal ini penting karena adanya pergantian gerbong, sehingga NH butuh legitimasi. “Membangun soliditas jangan hanya ditataran atas, tapi harus sampai kelevel paling bawah,”ujar Adi.
Soal potensi konflik, pasca aksi bersih-bersih yang dilakukan NH, Adi tak menampiknya. “Memang konflik antara loyalis SYL dengan NH tak bisa dihindarkan, ya itu karena terbangunnya gerbong baru di Sulsel,”ujarnya.
Sementara itu, pengamat politik dari Unismuh Luhur Priyanto mengungkapkan, jika dilihat sejak awal pengangkatan Plt ini menjadi bagian dari evaluasi dan konsolidasi total dan menyeluruh.
“Pengangkatan Plt bentuk “intervensi” DPD I yang di lakukan untuk DPD II yang kesulitan mengkonsolidasi sumberdaya secara internal,”jelasnya.
Menurutnya, ada plus dan minus, dari pilihan sikap ini. Tetapi ada hukum organisasi, bahwa setiap perubahan akan melahirkan resistensi. “Plus nya adalah menjadi langkah awal dalam konsolidasi Golkar rezim baru dikepemimpinan NH bisa membangun soliditas dan loyalitas baru di internal Golkar,”jelasnya.
Sementara, minusnya, sebagian elit yang tidak beradaptasi dengan model kepemimpinan baru ini akan menyulut resistensi dan menggerogoti soliditas partai. “Untungnya Golkar sudah sangat pengalaman mengelola konflik,”ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, ketua Golkar Sulsel transisi NH telah mencopot delapan Ketua DPD II Golkar di Sulsel.
Mereka yang dicopot yakni Ketua Golkar Bantaeng Budi Santoso. Budi digantikan oleh Arfandi Idris. kedua yakni Ketua Golkar Selayar Syahrir Wahab digantikan oleh HA Kadir Halid, Ketiga yakni Ketua Golkar Maros Husain Rasul digantikan oleh Ambas Syams. Keempat ketua Golkar Sinjai Andi Massalinri Latief digantikan oleh saudaranya sendiri yakni Andi Zulkarnain Z Latief. Kelima yakni Ketua Golkar Palopo Rahmat Masri Bandaso yang digantikan oleh Armin Mustamin Toputiri. Selanjutnya Ketua Golkar Luwu Timur Andi Hatta Marakarma yang digantikan oleh Makmul Halim, Ketua Golkar Barru H Fachruddin Sabir digantikan oleh Chaerul Tallu Rahim dan Ketua Golkar Pinrang Abdy Baramuli digantikan oleh Darwis Bastama.
Massalinri yang dikonfirmasi mengaku menerima keputusan itu. Yang menegaskan tidak akan mempersoalkan dirinya yang diberhentikan sebagai Ketua Golkar Sinjai. (rif)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top