Berita Kota Makassar | Waspada! Pisau Cukur
Metro

Waspada! Pisau Cukur

MAKASSAR, BKM — Waspada ketika memotong rambut di jasa pemangkasan rambut. Penggunaan pisau cukur secara bergantian berpotensi menularkan penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV/AIDS).

Karena banyak cara untuk bisa tertular penyakit yang mematikan seperti HIV/AIDS. Salah satunya terdapat pada pisau cukur yang kerap digunakan para tukang pangkas.
Penularan bisa terjadi melalui darah penderita HIV/AIDS yang terdapat pada pisau cukur itu saat terjadi luka, jika kemudian dalam waktu dekat digunakan orang lain.
Disarankan, jika hendak memangkas rambut, baiknya menyediakan sendiri peralatan pisau cukur. Penularan dengan cara kontak darah dari luka terbuka, selama ini belum banyak diketahui masyarakat awam.
Meskipun angka penularan HIV/AIDS melalui transmisi pisau cukur belum diketahui, namun melihat tingginya angka HIV/AIDS, kewaspadaan umum terhadap bahaya penularan HIV melalui pisau cukur, dipandang masih harus dilakukan.
Menurut dr Andi Maryani selaku Bidang Bina P2PL Dinas Kesehatan Kota Makassar, banyak cara untuk bisa tertular dari virus HIV / AIDS, salah satunya terdapat pada pisau cukur yang kerap digunakan para tukang cukur.
“Hati-hati ketika memotong rambut di jasa pangkas rambut, karena penggunaan pisau cukur secara bergantian berpotensi menularkan penyakit HIV/AIDS,” ujarnya di acara coffee morning yang digelar Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Makassar bersama Wakil Wali Kota Makassar, Syamsul Rizal, di Warkop Phinisi’ta, Kamis (17/11).
Dr Nani sapaan akrabnya menambahkan, penularan bisa terjadi melalui darah penderita HIV/AIDS yang terdapat pada pisau cukur itu saat terjadi luka.
“Secara teori virus HIV ini bisa bertahan hingga 5 jam diluar tubuh manusia, jadi jika pisau cukur ini digunakan secara bergantian secara intens maka bisa jadi virus bisa menular,” ungkapnya.
Untuk itu dr Nani menyarankan, jika hendak memangkas rambut, sebaiknya menyediakan sendiri peralatan pisau cukur. Penularan dengan cara kontak darah dari luka terbuka, selama ini belum banyak diketahui masyarakat awam. Kendati demikian, bukan berarti pelanggan harus takut masuk salon maupun tempat pangkas rambut di pinggir jalan. Jalan paling aman adalah dengan cara membawa pisau cukur sendiri, dan bagi para tukang cukur diimbau agar selalu memastikan steril atau tidaknya pisau cukur yang akan digunakan.
Sementara itu, Wawali Makassar yang juga Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Makassar, Syamsu Rizal menyebutkan perkembangan kasus HIV di kota Makassar yang sudah mencapai 5.647 orang dan AIDS sebanyak 2.058 orang (tahun 2015) selanjutnya tahun 2016 ini terdapat tambahan 364 orang yang terinfenksi baru.
“Data penderita HIV/AID di Makassar sebanyak 5.647, dan diantaranya sebanyak 2.085 yang penderita AIDS,” ucap Deng Ical sapaan akrabnya melalui via telvon selulernya, kemarin.
Dia menjelaskan, AIDS jauh lebih parah ketimbang HIV yang dapat dikatakan masih gejala terjangkitnya virus AIDS. Untuk itu, strategi penanggulangan HIV AIDS dalam mengurangi resiko penularan, dan meningkatkan kualitas hidup ODHA, yakni pelibatan sektor pemerintah, swasta, NGO, dan seluruh elemen masyarakat untuk selanjutnya mengambil bagian dalam pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS di kota Makassar.(arf-jun/war/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top