Headline

Selalu Rangking Satu, Kerap Ikut Olimpiade

BKM/FIRDAUS Meisya

SOPPENG, BKM — Ketidaksempurnaan fisik tak membuat Meisya minder. Penyandang disabilitas ini tetap mampu memperlihatkan kemampuan akademik dan prestasinya di sekolah.
Saat ini Meisya di bangku kelas VI Sekolah Dasar Inpres (SDI) Lagoci Timusu, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng. Ia merupakan buah pernikahan Arizal dan Masriani.
Mereka bermukim di Kampung Tengah Padangnge, Kecamatan Liliriaja. Sehari-harinya, Arizal berprofesi sebagai petani. Sementara istrinya, Masriani hanyalah ibu rumah tangga biasa.
Meisya lahir 7 Mei 2005. Sejak saat itu ia mengalami cacat fisik. Dia tak memiliki jari-jari tangan. Begitu pula pada sebagian jari-jari kakinya.
Meski begitu, bocah ini tak pernah malu bergaul dan bermain dengan teman-teman sebayanya. Ia bahkan tergolong anak pintar di sekolahnya.
Hampir semua mata pelajaran pada nilai raportnya mendapat angka 9. Mata pelajaran yang paling disenanginya adalah matematika. Tidak heran jika Meisya kerap diikutkan pada kegiatan Olimpiade Matematika.
”Dia (Meisya) memang rajin. Juga penurut, sehingga tidak susah untuk diarahkan belajar. Selalu rangking satu sejak kelas I sampai kelas VI,” ujar ibundanya, Masriani.
Ditanya tentang cita-citanya, Meisya mengaku ingin menjadi guru. ”Saya senang dan mau jadi guru. Supaya nanti bisa mengajar orang agar menjadi pintar,” katanya lugu. (fir/rus/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top