Dzikir dan Istighosah untuk Hindari Kericuhan – Berita Kota Makassar
Headline

Dzikir dan Istighosah untuk Hindari Kericuhan

MAKASSAR, BKM — Lantunan doa dan kumandang dzikir memuja asma Allah terdengar dari Lapangan Karebosi, Makassar, Kamis (17/11) sore. Ribuan orang secara khusyuk melafalkan ayat-ayat suci Alquran. Mereka tak lupa memanjatkan doa serta keinginan yang baik-baik untuk diri, masyarakat, bangsa dan negara.
Diantara para peserta dzikir dan istighosah itu terlihat Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti, Kapolda Sulsel Irjen Pol Anton Charliyan, Ketua DPRD Sulsel HM Roem, Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rijal, massa dari berbagai ormas Islam dan masyarakat.
Semuanya diam dalam kekhusyukan bermunajat pada Allah agar Sulsel bisa menjadi provinsi yang aman, damai, sejahtera, terhindar dari kekerasan. Dari pusat Kota Makassar itu juga berkumandang doa agar Indonesia tetap aman sentosa, damai dan sejahtera.
Istighosah yang digelar atas kerjasama Pemprov Sulsel, dan TNI Polri itu dipimpin oleh Ustad Maskur Yusuf yang merupakan Imam Besar Masjid Al Markaz Al Islami. Dzikir dan istighosah diawali dengan salat Ashar berjamaah di Lapangan Karebosi.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya, menegaskan bahwa apa yang dilakukan ini merupakan upaya dan komitmen bersama untuk menjaga kedamaian. Juga memohon pada Allah agar negeri ini, khususnya Sulsel tetap aman dan tenteram.
“Mari kita jaga dengan baik daerah ini. Mari kita jaga. Kita berdoa agar Indonesia makin damai ke depan,” ungkapnya.
Sekretaris Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menilai, dzikir dan istighosah ini ini rutin dilaksanakan. Sebuah agenda yang sangat positif. Bisa merangkul berbagai elemen masyarakat, terutama ormas Islam untuk berkomitmen bersama menjaga keutuhan dan kedamaian bangsa.
Dia meyakini dzikir dan istighosah bersama itu murni niat pemerintah serta TNI Polri untuk mendoakan bangsa dan negara jauh dari kericuhan dan kekacauan.
“Dzikir dan istighosah menyangkut ibadah dan bentuk penyerahan diri pada Allah. Apapun usaha yang dilakukan untuk menjaga keamanan, jika tidak disandarkan pada Allah, akan sia-sia,” ungkapnya.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel, AGH Sanusi Baco
mengemukakan, manusia sebagai hamba Allah punya kemampuan yang sangat terbatas. Menjaga daerah tetap aman dan kondusif dalam bingkai kedamaian akan sia-sia jika kita tidak bermunajat kepada Allah.
“Semua butuh doa dan munajat kepada Allah. Betapa lemahnya manusia ini. Hari ini kita sampaikan laporan bahwa, dalam menghadapi problema kita butuh Allah,” ungkap AGH Sanusi Baco.
Dia menilai tak ada tujuan apapun, selain bermunajat pada Allah agar Sulsel dan Indonesia pada umumnya tetap menjadi bangsa yang bermartabat.
Sementara itu, Sekretaris NU Makassar, KH Masykur Yusuf melihat dzikir dan istighosah yang digelar laiknya seperti tolak bala dengan memohonkan kepada Allah agar Indonesia dan Sulsel tetap dalam bingkai rahmat Allah SWT.
”Apalagi melihat kondisi bangsa yang terjadi akhir-akhir ini, memang sangat mutlak dan wajib bagi umat Muslim untuk senantiasa berdoa dan memohon keselamatan pada Allah,” ujarnya. (rhm/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top