Dewan Nilai Target PAD Rp1,32 T Masih Kecil – Berita Kota Makassar
Metro

Dewan Nilai Target PAD Rp1,32 T Masih Kecil

MAKASSAR, BKM– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar menilai, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkot Makassar di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pokok 2017 mendatang masih kecil, dan bahkan tidak mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan APBD setelah Perubahan 2016 lalu.
Anggota DPRD Makassar dan juga juru bicara Fraksi Partai Nasdem, Supratman mengatakan, pemerintah kota seharusnya melakukan kajian ulang serta melakukan perhitungan yang detail sebelum menentukan target. Target PAD sebesar Rp1,32 Triliun di 2017 mendatang masih minim, mengingat sumber PAD telah dilakukan pembenahan selama setahun lamanya.
“Terget PAD kita hanya mengalami kenaikan sebesar Rp40,33 milliar atau 3,13 persen dari 2016 lalu. Kenaikan ini rendah sekali dari APBD 2016 yang
ditargetkan Rp1,28 triliun,” ucapnya saat berada di gedung DPRD Makassar, Kamis (17/11).
Anggota Komisi C Bidang Pembangunan itu menambahkan, target PAD semestinya dapat lebih besar dari yang ditetapkan saat ini mengingat pada 2017 mendatang, sejumlah pundi-pundi PAD seperti hotel, restauran, kembali bertambah di Makassar bahkan juga telah dioptimalkan penarikan retribusi air bawah tanah.
Dia juga menjelaskan, target pajak di 11 item jenis pajak yang direncakanan sebesar Rp1,06 trilliun lebih dapat naik paling sedikit 30 persen dari pada target APBD 2016 lalu sebesar Rp1,05 triliun. Alasannya, lanjut dia, sistem penarikan pajak online telah diberlakukan, sehingga penunggakan pajak serta manipulasi data dapat tertekan.
“Kalau target naiknya hanya sedikit dengan penarikan secara online itu tidak maksimal ubah sistem seperti ini yang mampu meningkatkan PAd kita karena dengan sistem sekarang tidak terlalu mampu menekan jumlah PAD kita,” ujarnya.
Supratman menambahkan, sumber lain yang dapat menambah PAD Pemkot Makassar itu bersumber dari Perusahaan Daerah (Perusda), diantaranya pengelolaan parkir yang semakin membaik dan PDAM Makassar yang baru-baru ini Pemkot Makassar melakukan penyertaan modal non khas sebesar Rp235 miliar lebih untuk pembayaran hutang.
“Pembenahan di Perusda ini cukup maksimal semestinya ini dapat mengoptimalkan PAD karena potensi meningkatnya PAD kota berasal sejauh mana mengoptimalisasian perusda ini,” katanya.
Lebih jauh, kata legislator asal Dapil IV yang meliputi Kecamatan Manggala dan Panakkukang itu mengatakan dengan PAD yang relatif sedikit, maka gaji tenaga honorer yang rencana dinaikkan menjadi Rp1 juta per bulan dari Rp500.000 sulit terwujud. Tidak hanya itu, untuk membuktikan janji politik Wali Kota Makassar, Ramdhan Pomanto memberikan insentif kepada RT/RW sebesar Rp1 juta per bulan ikut terkendala.
“Hingga saat ini insentif RT/RW belum terwujud, bahkan dibuatkan lagi sebanyak 11 kriteria untuk mengakal-akali RT/RW,” tutupnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar, Syamsul Rizal saat menghadiri paripurna kemarin menuturkan, penetapan target PAD pada 2017 telah melalui proses yang alot. Dia menjelaskan beberapa pos PAD rata – rata mengalami peningkatan daripada 2016 lalu.
Seperti 11 item pajak naik Rp10,25 miliar atau 0,97 persen yang dari Rp1,05 triliun menjadi Rp1,06 triliun. Tidak hanya itu, retribusi yang terdapat tiga item juga naik Rp21,25 Milliar atau 15,23 persen dari Rp139,44 pada 2016 lalu menjadi Rp160,69 miliar pada 2017 mendatang. “Kita berharap, realisasi PAD kita jauh
lebih besar dari apa yang direncanakan,” ucapnya.(ita)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top