Temukan Pelanggaran, Polisi Langsung Buru Pengendara – Berita Kota Makassar
Headline

Temukan Pelanggaran, Polisi Langsung Buru Pengendara

MAKASSAR, BKM — Operasi Zebra dilaksanakan secara serentak di wilayah hukum Polda Sulsel. Upaya untuk menekan angka kecelakaan lalulintas ini melibatkan 1.200 personel kepolisian.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mengera, mengatakan operasi akan berlangsung 16-30 November mendatang. Razia digelar di sejumlah titik jalan umum dan tol, serta kawasan rawan pelanggaran, kecelakaan dan kemacetan.
“Kita turunkan 1.200 personel polisi jajaran polda. Dalam operasi, petugas melakukan patroli dan mengawasi pelanggaran lalulintas. Jumlah pasukan itu sudah terbagi di 24 kabupaten/kota se-Sulsel. Didominasi Polrestabes Makassar yang mencapai 115 personel, Gowa dan Maros masing-masing 65 dan 40 personel. Itu diluar aparat gabungan dari POM TNI, LLAJ dan Jasa Raharja,” jelas Frans, kemarin.
Menurut perwira tiga bunga melati di pundaknya itu, ada sejumlah pelanggaran yang bakal jadi target operasi. Diantaranya pengemudi yang menerobos rambu-rambu lalulintas dan melanggar marka jalan.
Selain itu, polisi juga dipastikan menindak pengendara yang tidak mengenakan helm, sabuk pengaman, serta yang tidak melengkapi surat berkendara seperti SlM dan STNK.
“Semua pelanggaran yang dapat menyebabkan potensi kecelakaan pasti akan kita tindak. Seperti menggunakan HP pada saat mengemudi. Juga truk yang mengangkut barang melebihi kapasitas,” jelas Barung.
Kasat Lantas Polrestabes Makassar, AKBP Hamka Mappaita menegaskan, pihaknya akan memburu pelanggar tidak di satu titik tertentu. Melainkan terus melakukan patroli dan langsung melakukan razia jika menemukan pelanggaran.
“Kami tidak menggelar operasi stasioner, tetapi hunting system pelanggaran kasat mata dan pelanggaran yang potensial mengakibatkan laka. Seperti pelanggaran kasat mata di wilayah frontek,” jelasnya.
Berdasarkan data Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Sulsel, selama periode Januari hingga Oktober 2016, tercatat sudah 5.072 kecelakaan. 868 diantaranya tewas di jalanan.
Sementara untuk pelanggaran, pada periode yang sama terjadi 65.911 kasus. Sebanyak 57.000 diantaranya dikenakan tilang. Denda hasil penindakan pun terbilang sangat besar, yakni mencapai Rp2,145 miliar selama periode tersebut.
Warga Makassar mendominasi jumlah pelanggaran lalulintas sepanjang tahun ini. Sebanyak 16.473 pengemudi dari 16.542 pelanggaran terpaksa ditilang Satuan Lalulintas Polrestabes Makassar.
Jumlah itu disusul Polres Gowa yang mencapai 6.649 tilang, Ditlantas Polda Sulsel 5.449 tilang, serta Polres Pelabuhan dan Pinrang mencapai angka empat ribuan kasus.
Kepala Subdit Pembinaan dan Penegakan Hukum (Bin Gakkum) Ditlantas Polda Sulsel, Kompol Ince Arifin mengakui, lakalantas yang terjadi didominasi kendaraan pribadi roda dua. Angkanya mencapai 75 persen dari total kecelakaan. Kesalahan pengendara menjadi penyebab terbesar jatuhnya korban jiwa, mengalahkan faktor kondisi kendaraan, jalan dan alam.
“Kecelakaan disebabkan human error, kendaraan, kondisi jalan, dan alam. Dari empat ini, faktor manusia yang mendominasi, karena biasanya lelah, ngantuk, capek, ugal-ugalan atau bahkan mengemudi di bawah pengaruh obat, miras atau sedang sakit,” jelas Ince di ruang kerjanya.
Selain pelanggaran yang disebut Kabid Humas Polda, Operasi Zebra juga akan menindak kendaraan bermotor yang memasang lampu isyarat tidak sesuai aturan, seperti lampu rotator dan lampu blits. Termasuk yang tidak dilengkapi nomor TNKB standar atau mobil pick up yang mengangkut orang. (ish/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top