Headline

Ahok Tersangka, Itu Belum Final!

MAKASSAR, BKM — Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Thajaja Purnama alias Ahok resmi menjadi tersangka dugaan penistaan agama. Reaksi beragam muncul setelah Bareskrim Mabes Polri mengumumkan status baru Ahok, Rabu (16/11).
Rerata memberi apresiasi terhadap sikap polri dalam mengusut kasus ini. Polisi dinilai sudah melaksanakan tugasnya secara profesional. Namun ada juga yang memberi peringatan, bahwa penetapan Ahok sebagai tersangka belumlah final dalam perkara ini.
Seperti disampaikan Ketua Harian Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Wahdah Islamiyah Sulsel, Rahmat Abdurrahman. Dihubungi kemarin, Rahmat mengingatkan bahwa masih ada proses dan tahapn selanjutnya yang mesti dilewati.
”Bagi kami ini satu langkah, bahwa tuntutan kami telah dipenuhi. Tapi ini belum final. Karena masih akan bergulir terus. Namun, kita patut memberi apresiasi terhadap pihak kepolisian yang telah bekerja dengan baik,” ujar Rahmat.
Dia berharap pada proses selanjutnya, polisi tetap bekerja baik dan profesional. Kalaupun Ahok menempuh praperadilan atas penetapannya sebagai tersangka, Rahmat mempersilakan dan meminta dihadapi dengan baik.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel, AGH Sanusi Baco cukup mengapresiasi upaya aparat kepolisian yang bekerja hingga sampai pada proses saat ini. “Yang pasti keinginan umat Islam Indonesia, sudah ada harapan bisa terpenuhi,” ujarnya, kemarin.
Namun, karena ini menyangkut proses hukum yang punya banyak tahapan, tentu saja perlu dikawal bersama-sama. Dan ketika masyarakat kembali akan turun ke jalan pada 25 November mendatang, dia menilai aksi itu lebih pada tuntutan massa untuk mengawal kasus ini tetap pada jalurnya.
Diapun meminta masyarakat mempercayakan penanganan kasus ini pada aparat kepolisian. Selain itu, masyarakat juga harus membantu dengan doa.
“Kita serahkan semua kepada Allah karena kekuatan mutlak ada padaNya,” tandasnya.
Hal yang sama dikemukakan Ketua Muhammadiyah Sulsel, Prof Ambo Asse. “Status tersangka Ahok, itu kan harapan umat Islam yang turun ke jalan karena dugaan penistaan agama,” ujarnya.
Dengan status tersangka, proses yang harus dilewati masih panjang. Dan itu yang harus dikawal.
Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo juga menyatakan dukungannya terhadap proses hukum yang telah berlangsung. “Biarkan semua proses hukum berjalan, dan semua harus menaatinya,” kata Syahrul yang ditemui usai memantau pembangunan Hotel Grand Sayang, Rabu (16/11).
Wakil Ketua Front Pembela Islam (FPI) Sulsel, Faisal Silenang yang dihubungi terpisah, menilai kepolisian telah profesional dalam mengusut kasus ini. Tapi dia juga mengingatkan untuk tetap mengikuti rangkaian perjalanannya.
”Bukan status tersangkanya saja yang dilihat. Karena masih banyak rangkaian proses hukum lainnya,” ujarnya.
Penetapan tersangka terhadap Ahok, menurut Faisal Silennang, jangan sampai hanya untuk meredam rencana aksi pada 25 November mendatang. Sementara masyarakat ingin melihat proses hukum kasus ini hingga akhir.
”Orang kan mau lihat dia ditetapkan sebagai tersangka, ditangkap, ditahan dan dipidanakan,” tandasnya.
Bisa saja Ahok ditetapkan sebagai tersangka, lalu kemudian praperadilannya dikabulkan dan putusannya dia dibebaskan. Hal ini sama saja tidak ada gunanya.
“Bisa saja dia bebas, karena dia kan punya hak untuk mengajukan upaya hukum itu. Saya hanya mengkhawatirkan prosesnya. Jangan sampai ini dijadikan alasan untuk meredam rencana aksi 25 November,” cetusnya.
Bendahara umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulsel, Ariady Arsal menyampaikan terima kasihnya kepada jajaran polri. Institusi ini disebutkan telah serius untuk mengawal kasus Ahok secara independen, transparan dalam menegakkan hukum dengan adil. “Mudah-mudahan sikap ini terus dilanjutkan hingga ke persidangan,” ujar Ariady, Rabu (16/11).
Mantan Ketua MPW PKS Sulsel ini juga siap mengawal proses hukum terhadap kasus Ahok. “Kami akan terus mengawal proses hukum yang sedang berjalan saat ini dengan baik. Juga mempertanggungjawabkannya ke masyarakat,” kata anggota Komisi D DPRD Sulsel ini.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Buhari Kahar Mudzakkar juga mengapresiasi langkah Polri. Menurut mantan anggota DPRD Sulsel dua periode ini, langkah dan sikap yang diambil pihak kepolisian tetap mengacu pada penegakan hukum. Juga berpedoman pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang berkaitan dengan keislaman.
“Kami salut, karena fatwa MUI menjadi dasar untuk menjadikan Ahok sebagai tersangka dugaan penistaan agama Islam,” jelas mantan Sekretaris DPW PAN Sulsel ini. (mat-rhm-rif/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top