2016, 482 Janda Baru di Sidrap – Berita Kota Makassar
Sulselbar

2016, 482 Janda Baru di Sidrap

BERMOHON -- Sejumlah warga bermohon registrasi laporan perceraian di Kantor Pengadilan Agama (PA) Sidrap, Rabu (17/11).

SIDRAP, BKM — Angka perceraian di Kabupaten Sidrap terbilang menurun. Data riil di Pengadilan Agama (PA) Sidrap menyebutkan angka perceraian mulai Januari hingga Oktober 2016 hanya berjumlah 482 kasus.

Tercatat, penurunan angka tersebut diklaim hanya sekitar 231 Pasangan Suami Istri (Pasutri) dari tahun sebelumnya.
“Pada tahun 2015 lalu, perceraian di Sidrap sekitar 713 kasus. Nah, pada saat ini terhitung Januari-Oktober 2016 hanya 482 kasus, artinya ada penurunan sekitar 231 kasus,” ujar Panitera PA Sidrap, H Muh Basyir Makka, Rabu, (16/11).
Hal tersebut, dipengaruhi oleh beberapa faktor karena selain larangan menikah dibawah umur juga tingkat perekonomian di Kabupaten Sidrap terus meningkat.
Menurutnya, biasanya penyebab meningkatnya angka perceraian di suatu daerah adalah dipengaruhi beberapa faktor seperti perekonomian dan kemiskinan, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), krisis akhlak, hingga nikah dibawah umur.
“Beruntung bapak Bupati Sidrap, H Rusdi Masse terus menggalakkan peningkatan perekonomian dan pengentasan kemiskinan di Sidrap ini,” ucapnya.
Muh Basyir menuturkan, bahwa berdasarkan hasil rekapitulasi Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag) angka perkara perceraian di Kabupaten Sidrap sudah menurun.
Tercatat pada tahun 2014 lalu, jumlah kasus cerai sebanyak 738 yang terdiri atas 149 kasus gugat cerai dan 589 kasus talak cerai. Kemudian pada tahun 2015, tercatat jumlah 713 kasus yang terdir dari 138 gugat cerai dan 575 cerai talak.
Sementara untuk 2016 ini mulai dari Januari hingga Oktober jumlah kasus perceraian sekitar 482 yang terdiri dari cerai talak 99 pasutri dan gugat cerai 383 pasutri.
“Mudah-mudahan jumlah perceraian tidak bertambah lagi. Sebab, biasanya yang masuk pemohon penggugatan perceraian kebanyakan berusia 24 hingga 35 tahun,” tandasnya. (ady/C)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top