Warga Pemberdayaan Demo PT Vale – Berita Kota Makassar
Sulselbar

Warga Pemberdayaan Demo PT Vale

LUTIM, BKM — Ratusan warga pemberdayaan PT Vale Indonesia, tbk yakni kecamatan Nuha, Wasuponda, Towuti dan Malili menggelar aksi demonstrasi, Senin (14/11) kemarin. Aksi tersebut menuntut lahan, Corporate Social Responsibility (CSR) dan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).
Dalam aksinya, warga terlihat memblokir jalan dengan membentangkan spanduk tuntutan dan membakar ban bekas sehingga mengakibatkan kemacetan arus lalulintas. Sementara titik aksi masing – masing, terowongan dan depan Nursery kecamatan Nuha, pertigaan Enggano Towuti, depan lapangan Wasuponda, dan depan Pos Lantas Malili.
Penanggung jawab aksi, Makone Nuha, Andi Baso mengatakan, warga pemberdayaan tambang PT Vale Indonesia menuntut perusahaan untuk menijau kembali peta batas CoW (Kontrak karya) PT Vale Indonesia (Amandemen 2014) seperti lahan perkebunan yang saat ini sudah digarap oleh para petani diempat wilayah pemberdayaan.
PT Vale juga diminta untuk selalu transparansi jumlah dana dan peruntukan program, dana CSR berdasarkan kebutuhan dan kesepakatan masyarakat ditiap wilayah pemberdayaan dengan tujuan persiapan purna tambang.
“Tetap melanjutkan komitmen PT Inco terhadap masyarakat sesuai surat pernyataan yang ditandatangani oleh Tony Welas dan Claudio Bastos (CEO dan CFO) pada tahun 2010 lalu serta membentuk wadah tiga pilar yakni pemerintah, masyarakat dan perusahaan untuk mengawasi program Community Developement (Comdev) serta membuat aturan dan memberikan sanksi terhadap penyelewengan penggunaan dana,” ungkapnya.
Warga juga berharap agar PT Vale Indonesia membuka kembali purna tambang sebagai bentuk transparansi perusahaan. Transparansi mengenai kewajiban – kewajiban yang sudah dilakukan perusahaan terhadap dokumen Amdal.
“Utamanya dampak DAM atau bendungan Petea yang bisa mengakibatkan tenggelamnya daerah pesisir danau Mahalona dan danau Towuti. Dampak keberadaan keberadaan DAM Larona, Balambano, Karebbe yang bisa mengakibatkan tenggelamnya daerah aliran sungai Malili,” ungkap Andi Baso. (alp/C)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top