Berita Kota Makassar | 488 Guru SMA/SMK Jeneponto Dilimpahkan ke Pemprov
Gojentakmapan

488 Guru SMA/SMK Jeneponto Dilimpahkan ke Pemprov

BKM/KR KULLE Syamsi Lili

JENEPONTO, BKM — Kebijakan pemerintah pusat yang melimpahkan kewenangan guru Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kepada pemerintah provinsi (Pemprov) menimbulkan pro dan kontra dikalangan guru di kabupaten Jeneponto. Seperti disampaikan Haeruddin Aras, guru SMK Negeri 1 Jeneponto, kebijakan pemerintah pusat ini harus didukung.
Karena kebijakan ini pasti sudah dikaji dampaknya. Seperti pemberian Pakasi untuk kesejahteraan guru dan menggenjot kinerja guru. Sehingga dunia pendidikan outputnya semakin gammara. Sedangkan Mahfud Suro, guru di SMAN 1 Jeneponto justru mempertanyakan alasan ditariknya kewenangan Pemerintah Kabupaten Jeneponto terhadap guru SMA dan SMK di daerah tersebut kepada Pemprov Sulsel
”Kami kuatir kalau ada persoalan, kami harus ke Makassar untuk diselesaikan. Bagaimana kami orang daerah sangat jauh. Buang ongos banyak, melelahkan, dan merepotkan. Bagaimana sistem pengawasannya? Mungkin inilah yang tidak terpikirkan pemerintah,” jelas Mahfud Suro.
Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Kabupaten Jeneponto, Syamsi Lili, mengatakan, sebanyak 488 orang guru terdiri dari guru SMA 280 orang dan guru SMK 208 orang sudah diserahkan datanya ke Pemprov Sulsel. ”Soal penggajian dan lainnya menjadi kewenangan Pemprov Sulsel. Kami tidak mau tanggapi semakin produktif guru atau tidak dalam melaksanakan proses belajar mengajar,” jelas Syamsi Lili. (krk/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top