Rekrut Ratusan Pemuda Jadi Petugas Keamanan – Berita Kota Makassar
Headline

Rekrut Ratusan Pemuda Jadi Petugas Keamanan

ADA ungkapan seperti ini; jika ikut dengan politisi kelak anda juga akan menjadi politisi. Seperti itulah yang terjadi pada diri Amran Syam.

Laporan: Alpian Alwi

KETIKA menjadi pengawal pribadi Nurdin Halid, keluarga serta koleganya, diam-diam jiwa politisi Amran juga muncul. Saat itu Kabupaten Luwu Timur baru saja terbentuk menjadi daerah otonom, setelah melepaskan diri dari Luwu Utara tahun 2003.
Abang pulang ke kampung halamannya. Diapun kemudian bergabung ke dalam kepengurusan DPD II Golkar Luwu Timur. Posisinya sebagai sekretaris.
Pada pesta demokrasi pemilihan legislatif (pileg) periode 2014-2009 lalu, ia ikut bertarung. Abang bersaing dengan caleg lain di daerah pemilihan Kecamatan Malili dan Angkona.
Hanya saja, keberuntungan belum berpihak kepadanya. Amran gagal melaju ke kursi legislatif.
Namun ia tak patah semangat. Amran kembali maju sebagai caleg pada pemilu legislatif periode 2009-2014. Dapil yang dipilihnya berbeda. Kali ini di Kecamatan Nuha, Wasuponda dan Towuti. Lagi-lagi raihan suara gagal mengantarkannya menjadi wakil rakyat.
Tapi Tuhan Maha Mengatur segalanya. Usman Sadik, salah seorang legislator Golkar mundur dari partai kala itu. Golkar kemudian melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap kadernya. Usman Sadik diganti. Posisinya ditempati Amran Syam.
Sukses menjadi anggota dewan PAW, Amran kembali maju dalam pileg 2014-2019. Kali ini ia sukses melenggang menjadi legislator. Abang terpilih dari dapil Kecamatan Nuha, Wasuponda dan Towuti.
Hanya saja, suami Rahmayani ini mengakui kalau pertarungannya di bursa legislatif tanpa sepengetahuan Nurdin Halid yang pernah ia kawal di Makassar. Memang, kata Amran Syam, sejak dirinya menjadi bodyguard, ia tidak pernah meminta apapun dari Nurdin Halid. Semua semata-mata hanya menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pengawal pribadi.
”Puang (Nurdin Halid) baru tahu setelah saya temui dan meminta doa restu. Saya sampaikan bahwa saya sudah berhasil duduk menjadi anggota dewan,” kenang Amran.
Di kalangan masyarakat Lutim, Amran Syam dikenal sebagai sosok yang bertanggung jawab. Di mata keluarga, ia dinilai sangat memahami setiap kondisi yang ada.
Untuk pembangunan daerah Luwu Timur, Amran memiliki banyak ide. Ide itu mulai muncul ketika dirinya masih mengawal Nurdin Halid tahun 1997 lalu. Kala itu, telah terbersit dalam benaknya niat untuk memanfaatkan ilmu yang ia miliki selama mengawal Nurdin Halid untuk kembali berkiprah di kampung halamannya.
Pengalaman dan ide yang diadopsinya itu telah direalisasikan di Kabupaten Lutim. Amran mencoba gagasan yang diberi nama Anak Bangsa.
Ketika itu, ayah tiga anak ini mendirikan sekolah sepak bola. Termasuk membentuk organisasi kepemudaan lainnya.
”Waktu itu saya coba memberikan dorongan kepada para anak muda untuk menyumbangkan ide dan gagasannya dalam rangka membangun daerah ini. Dan Alhamdulillah, semua itu telah terwujudkan,” ungkap alumni Fakultas Hukum Universitas 45 Makassar ini.
Buah dari ide itu, akhirnya Amran Syam diberikan amanah menjadi Ketua Karian KONI Luwu Timur dan Ketua Asosiasi PSSI Luwu Timur tahun 2005 lalu.
Tidak hanya itu. Ia kemudian mencoba menjalin kerja sama dengan perusahaan tambang nikel milik PT Vale Indonesia,Tbk (PT Inco waktu itu). Abang membentuk usaha pengamanan yang diberi nama Maharani.
Pihak perusahaan menyatakan bersedia menjalin kerja sama. Hingga saat ini sudah ratusan pemuda yang direkrut untuk dipekerjakan sebagai security di PT Vale Indonesia,Tbk.
“Saya juga tidak tahu kenapa semua ini mengalir seperti air. Ini semua karena Allah mempertemukan saya dengan Puang (Nurdin Halid),” terang Amran Syam yang saat ini menjabat sebagai Sekertaris Golkar Luwu Timur.
Dari niat tulus itu, dirinya kembali mencurahkan tenaga dan pikirannya dalam rangka membangun Luwu Timur yang semakin maju. Ia mengakui, Lutim memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang berlimpah. Karena itu dibutuhkan orang-orang yang memiliki ide dan gagasan yang cemerlang dalam rangka memajukan Luwu Timur menjadi kabupaten terkemuka 2021 mendatang.
“Visi dan misi pemerintah adalah menjadikan daerah ini terkemuka. Ini perlu kita dukung. Mari kita pikirkan bersama-sama,” imbuhnya ayah dari Muh Faherezi Dava Saputra, Muh Fadhlan Haidir Ramadhan dan Adinda Puteri Nabila Shaqilah ini. (*/rus/b)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top