Dua Tewas Tersapu Air Bah, Obyek Wisata Ditutup – Berita Kota Makassar
Headline

Dua Tewas Tersapu Air Bah, Obyek Wisata Ditutup

WATAMPONE, BKM — Obyek wisata Salo Merrungnge di Desa Ureng, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone ditutup sementara. Langkah ini diambil menyusul tewasnya dua orang pengunjung akibat tersapu air bah, Minggu (13/11) pukul 15.00 Wita.
Penutupan itu disampaikan Kapolres Bone, AKBP Raspani melalui pesan berantai di media sosial, kemarin.
Saat kejadian, luapan air dari hulu sungai datang secara tiba-tiba. Seratusan pengunjung di lokasi yang memang memiliki pemandangan cukup indah tersebut langsung berhamburan.
Asdi, salah seorang pengunjung yang terhindar dari maut, mengatakan ketika air datang, yang terpikirkan hanyalah cara untuk menyelamatkan diri. Beruntung, Asdi yang datang bersama rekan-rekannya sesama alumni IPDN dari kabupaten lain untuk menikmati mandi di Salo Merrungnge, sempat menggapai bongkahan batu besar di tengah sungai. “Ada lebih sepuluh orangki berkumpul di atas batu,” kata Asdi.
Untuk selamat dari arus banjir yang semakin besar, mereka menggunakan tali. Sayangnya, salah seorang pengunjung asal Kelurahan Palette, Kecamatan Tanete Riattang Timur tak dapat tertolong.
Dia adalah Musdalifah (28). Korban yang datang bersama suaminya ditemukan telah meninggal dunia beberapa saat setelah kejadian. Jasadnya dievakuasi tim SAR dibantu aparat dan warga setempat.
Di kepalanya terdapat luka yang diduga kuat bekas benturan batu. Suaminya yang hendak menolong, juga hanyut namun berhasil selamat.
Dari hasil identifikasi aparat yang bergabung dalam tim SAR, diperoleh data jika korban banjir dapat diselamatkan. Satu masih dicari. Ashar alias Mandra (20), warga Macanang, Kecamatan Tanate Riattang Barat dipastikan berada di lokasi saat air bah menerjang.
”Tinggal satu korban yang kita cari. Namanya Ashar. Ini positif, karena saat kejadian sempat dipegang oleh sepupunya. Dia hanyut dan sampai sekarang belum pulang ke rumah,” jelas Hasnawati, Camat Palakka.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bone, H Bahar Kadir, kemarin menjelaskan, untuk sementara pencarian terhadap Ashar dihentikan.
”Sudah pasti Ashar korban. Namun pukul 14.00 Wita dihentikan dulu, karena hujan deras kembali terjadi di daerah hulu. Termasuk di sungai tempat kita melakukan pencarian. Selain tim SAR, aparat kecamatan, warga serta keluarga Ashar juga membantu melakukan pencarian,” terang Bahar Kadir.
Sebenarnya, ada dua orang yang masih dicari. Hal ini berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Harjoko.
”Yang belum ketemu adalah Ashar dan Ridwan,” kata Harjoko. Namun belakangan diketahui jika Ridwan sudah diselamatkan beberapa saat setelah kejadian.
Warga sekitar lokasi kejadian mengenal tempat ini cukup angker. Hal itu diketahui sejak dulu. Di malam hari warga setempat tak berani lewat di atas jembatan sungai tersebut. Namun, akibat postingan foto lokasi tersebut di media sosial, pengunjung tak lagi menghiraukan cerita mistis lokasi ini.
Bidin, warga Pasempe yang tinggal tak jauh dari Salo Merrungnge, mengakui jika bukan baru kali ini timbul korban jiwa. ”Sudah sering ada orang meninggal karena hanyut akibat banjir. Di situ memang keramat. Asal lipannya sudah kelihatan, berarti sudah mau banjir,” terangnya.
Sehari sebelum kejadian, tambah Bidin, warga sudah melihat kemunculan lipan keluar dari sungai dan naik ke tebing-tebing. Biasanya jika sudah begitu, pengunjung dilarang untuk datang. Namun larangan itu sering diabaikan. (amr/rus/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top