Gojentakmapan

DPRD dan BPKD Beda Persepsi

MAROS, BKM — Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) dan DPRD Maros beda persepsi dalam hal pencapaian resapan anggaran tahun 2016. Berdasarkan data yang dimiliki DPRD Maros, pencapaian serapan anggaran pemerintah daerah Maros sudah mencapai sekitar 80 persen. Hal itu disandarkan dengan laporan yang diterima DPRD Maros. Sementara BPKD merilis capaian resapan anggaran tahun 2016 baru sekitar 64 persen.
Ketua DPRD Maros, Chaidir Syam, menuturkan, berdasarkan laporan tersebut, DPRD merasa optimis, jika akhir tahun nanti, kabupaten Maros dapat menyerap semua anggaran. ”Kita sangat bersykur dengan serapan anggaran yang sudah sangat besar yaitu sekitar 80 persen pada tahun ini,” katanya.
Selain itu, Chaidir mengungkapkan, laporan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah sudah dijalankan sebaik mungkin. Namun ada juga yang belum dilaksanakan secara efisien akibat pemotongan anggaran dari pusat. Berdasarkan laporan yang diterima DPRD masih ada program yang belum jalan. Sementara yang telah berhasil dijalankan Pemda beberapa di antaranya pembangunan infrastruktur, baik itu jalan, irigasi, dan bangunan.
”Sementara program yang belum jalan itu, ada kaitannya dengan pengurangan anggaran dari pusat. Sehingga Pemda harus melakukan penyesuaian dan efisiensi di beberapa kegiatan rutin ditiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD),” ungkapnya.
Berbeda dengan Pelaksana Tugas (Plt) Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Pemda Maros, H Takdir yang mengatakan serapan anggaran Pemda Maros hanya sekitar 64 persen dari Rp1,3 triliun atau hanya sekitar Rp800 miliar lebih. ”Serapan anggaran APBD sampai bulan November baru sekitar 64 persen. Adapun program yang belum berjalan di antaranya gaji, Dana Alokasi Khusus (DAK) tambahan, belanja modal, dll. Sementara untuk perbaikan jalan dan infrastruktur lainnya, hampir semua selesai,” jelasnya. (ari/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top