Berita Kota Makassar | BMKG: Waspada Puting Beliung!
Headline

BMKG: Waspada Puting Beliung!

BKM/PURMADY RUSAK PARAH-Asrie bersama Lakose, berdiri tidak jauh dari rumahnya yang pada bagian atapnya rusak diterjang puting beliung, Minggu (13/11).

MAKASSAR, BKM — Kondisi cuaca saat ini kian tak bersahabat. Bukan hanya curah hujan yang kian lebat, tapi juga angin kencang hingga terjadinya puting beliung. Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Makassar mengingatkan untuk waspada.
”Saat ini sudah mulai masuk puncak musim hujan. Peluang terjadinya angin puting beliung sangat besar,” kata Kasubid Pelayanan Jasa BMKG Kota Makassar, Sujarwo yang dihubungi, kemarin.
Ia menjelaskan, penyebab terjadinya angin puting beliung sangat terkait dengan fase pertumbuhan awan cumulonimbus (Cb). Di mana di dalam awan terjadi arus udara naik ke atas yang kuat, hingga terjadi pertemuan arus udara yang membentuk pusaran atau yang disebut puting beliung.
”Angin puting beliung dapat terjadi dan dimanapun. Apakah di daerah pegunungan maupun di wilayah pantai. Kita tidak bisa mengetahui dengan pasti kejadiannya. Karena itu, sebaiknya masyarakat berhati-hati dimasa peralihan memasuki puncak musim hujan,” imbuhnya.
Adapun kecepatan angin saat ini mencapai sekitar 35 kilometer/jam. Daerah yang rawan terjadi angin puting beliung, yakni Jeneponto, Bantaeng, Selayar, Sinjai, Maros, Pengkep, Barru hingga Parepare.
“Gelombang ombak dilaut mencapai setengah meter. Diharapkan agar para nelayan untuk berhati-hati,” katanya.
Peringatan yang dikeluarkan BMKG itu cukup beralasan. Sebab, pada Sabtu (12/11) sekitar pukul 17.45 Wita, puting beliuang melanda perkampungan nelayan di pinggiran Danau Sidenreng, tepatnya di Lingkungan Orai Salo dan Lingkungan Cilellang, Kelurahan Wette’e.
Sedikitnya 54 rumah setempat mengalami kerusakan. Salah satu rumah yang rusak itu adalah milik H Ahmad yang juga anggota DPRD Sidrap.
Data sementara yang diperoleh kemarin, menyebutkan dari 54 rumah tersapu angin kencang itu, 21 diantaranya rusak berat, rusak sedang 20 rumah, dan rusak ringan 33 unit.
Lurah Wette’e, Muh Ridwan yang dikonfirmasi, Minggu (13/11) mengaku belum bisa merilis total jumlah kerugian yang dialami warganya. Namun diperkirakan mencapai ratusan juta.
“Kami sudah melaporkan rumah yang rusak ke Dinas Sosial dan Nakertrans, serta Badan penanggulangan Bencana Daerah. Termasuk ke Pak Bupati. Belum ada angka pasti berapa total kerugian yang dialami warga. Saat ini, paling mendesak yang dibutuhkan korban adalah terpal,” ujarnya.
Menurutnya, rumah warga yang rusak parah rata-rata terangkat pada bagian atap. Sengnya diterbangkan angin.
“Bantuan sudah diterima dari ketua DPRD Sidrap. Diantaranya 20 zak beras, 12 terpal ukuran besar dan 15 amplop uang tunai. Seluruhnya sudah kita salurkan kepada warga yang rumahnya rusak berat,” kata Ridwan yang ditemui di lokasi bencana, kemarin.
Ketua DPRD Sidrap, H Zulkifli Zain telah datang ke lokasi bencana, kemarin. Ia ditemani koleganya sesama anggota DPRD, yakni Sudarmin Baba dari Partai Demokrat dan Andi Parenrengi asal Partai Gerindra.
“Kami turut prihatin dengan musibah ini. Insya Allah kami akan bantu memfasilitasi ke pemerintah daerah memberikan bantuan berupa perbaikan rumah,” ungkap legislator asal Partai Golkar ini, usai menyerahkan bantuan kepada para korban.
Menurut H Pilli, sapaan akrab H Zulkifli Zain, bencana angin kencang puting beliung di Wette’e ini merupakan kali kedua terjadi. Feruari tahun 2012 silam juga terjadi bencana serupa. Saat itu ratusan rumah porak-poranda. Bahkan ada lima korban jiwa.
“Untuk bencana kali ini tidak menelan korban jiwa. Kita harapkan masyarakat tetap tabah menghadapi cobaan ini dan tetap mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, karena semua ini kehendakNya,” kata H Pilli.
Salah seorang korban yang rumahnya mengalami rusak berat, Asri Karma (65), menuturkan kesaksiannya. Pada saat kejadian dirinya hendak melaksanakan shalat Magrib.
“Angin disertai suara gemuruh terjadi saat azan Magrib. Cuaca langit memang sangat hitam pekat. Saya langsung teriaki istri saya, anak-anak dan cucu untuk berlindung ke kolong rumah. Seluruh atap seng rumah saya diterbangkan angin,” cerita Asri, diamini Lakose dan Jupri, tetangga yang rumahnya juga turut diterjang puting beliung.
Mereka berharap bantuan dari pemerintah daerah untuk biaya perbaikan rumah segera disalurkan. ”Saat ini kami butuh terpal untuk berlindung dari hujan dan panas matahari. Kami juga belum punya uang untuk membeli seng untuk atap,” tandasnya.
Menanggapi permintaan warga setempat, Bupati Sidrap, H Rusdi Masse langsung menginstruksikan untuk mendata keseluruhan warga yang menjadi korban.
“Kita akan akomodir apa yang paling dibutuhkan warga korban bencana. Saya sudah perintahkan dinas terkait untuk turun memberikan bantuan yang dibutuhkan saat ini,” ungkap RMS sapaan akrab H Rusdi Masse yang dihubungi, kemarin. (ucu-ady/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top