Begal Banyak Wanita, Dua DPO Ditembak – Berita Kota Makassar
Headline

Begal Banyak Wanita, Dua DPO Ditembak

MAKASSAR, BKM — Dua tersangka begal yang selama ini menjadikan wanita sebagai sasarannya, berhasil dibekuk petugas. Mereka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melarikan diri saat dibawa untuk pengembangan.
Keduanya adalah Wahyudi alias Caddi (20), warga Jalan Dirgantara, dan Yusak (19), beralamat di Jalan Angkasa VI belakang Paldam VII/Wirabuana, Kota Makassar.
Penangkapan dilakukan Tim Gabungan Operasi Satgas Sikat Lipu 2016 yang dipimpin Ipda Haris Wicaksono, Sabtu (12/) pukul 22.10 Wita. Belakangan diketahui keduanya merupakan buruan polisi yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena telah membegal banyak wanita.
Tersangka diringkus saat berada di rumahnya masing-masing. Selanjutnya keduanya digelandang ke posko Resmob Polda Sulsel di Jalan Hertasning.
Kepada polisi yang menginterogasinya, tersangka spesialis jambret ini mengaku kerap melakukan aksinya dengan menyasar wanita yang berada di pinggir jalan. ”Biasanya saya menjambret perempuan yang berdiri di pinggir jalan,” ujar Caddi, yang diiyakan Yusak.
Selain sasarannya wanita, tersangka juga telah melakukan aksinya di beberapa titik. Pada 29 Januari 2016 misalnya, mereka beraksi di Jalan Mongindisi Baru. Sebuah HP Blackberry berhasil digasaknya.
Pada bulan yang sama, mereka melakukan curas (pencurian dengan kekerasan) di Jalan AP Petta Rani. Pelaku membawa kabur tas berisi uang Rp200 ribu. Begitu pula di Jalan Landak Baru, pelaku mengambil dompet warna pink berisi uang Rp500 ribu.
Lokasi selanjutnya, disebutkan lagi masing-masing pada bulan Januari 2016 melakukan curas di Jalan Veteran Utara. Mereka mengambil dompet perempuan warna coklat berisi uang Rp300 ribu.
Bulan April 2016 melakukan curas di Jalan Perintis Kemerdekaan depan Unhas. Yang diambil tas perempuan warna merah berisi satu unit HP dan uang Rp100 ribu.
Selanjutnya pada bulan Maret 2016, keduanya melakukan curas di Jalan Andi Tonro. Mengamil satu unit HP Nokia senter dan dompet prempuan warna hitam berisi uang Rp300 ribu. Kemudian bulan Juni 2016 melakukan curas di Mandai, Maros dan mengambil HP Blackberry Gemini. Pada Mei curas di Jalan Pelita Raya, mengambil satu unit Samsung warna putih seharga Rp150 ribu.
Aksi serupa juga dilakukan pada Mei 2016 di jalan Cendrawasih. Yang diambil sebuah tas perempuan warna pink berisi uang Rp400 ribu.
Pada Oktober melalukan curas di Jalan Bawakaraeng, mengambil dompet warna biru berisi uang Rp50 ribu. Aksi yang sama bulan Agustus di Jalan Sudiang dengan mengambil HP Samsung lipat dan Samsung Note 3.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera yang dikonfirmasi, kemarin membenarkan penangkapan kedua tersangka begal tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan, selanjutnya tim gabungan melakukan proses pengembangan pada Minggu dinihari (13/11) pukul 02.00 Wita.
”Kedua tersangka dibawa untuk menunjukkan lokasi aksinya serta mencari rekan dan barang bukti lainnya. Namun saat itu mereka mencoba melawan petugas dan berusaha melarikan diri,” jelas Frans Barung.
Polisi yang tak ingin buruannya kabur, langsung melakukan pengejaran. Tiga kali tembakan peringatan ke udara dilepaskan. Namun, tindakan tersebut diabaikan oleh keduanya.
”Sudah dilakukan upaya persuasif, namun tidak digubris. Terpaksa anggota menembak kaki kanan dan kiri kedua tersangka. Mereka kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis,” terang Frans Barung.
Selanjutnya kedua tersangka dibawa ke Posko Resmob Polda Sulsel, sebelum diserahkan ke Polsek Tamalanrea guna proses lebih lanjut. (ish/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top