Dua Pelajar Raja Begal di Rappocini – Berita Kota Makassar
Headline

Dua Pelajar Raja Begal di Rappocini

MAKASSAR, BKM — Dua pelajar menjadi dalang kasus kejahatan jalanan alias begal di wilayah hukum Polsek Rappocini. Mereka melakukan aksinya di beberapa lokasi dengan jumlah korban yang tak sedikit.
Keduanya adalah FA alias Oc (17), warga Jalan Tidung 8 setapak 8, Makassar dan AH alias RI (16), warga Bumi Samata Permai. Anak baru gede (ABG) raja begal ini diringkus tim Resmob Unit Reskrim Polsek Rapoccini, Kamis (10/11) pukul 01.00 Wita.
Penangkapan dipimpin Panit 2 Ipda Nurthajayana, didampingi Dantim Aiptu Budisman. FA dan AH yang masih tercatat sebagai pelajar itu diamankan di Puri Taman Sari Blok D, setelah melakukan pengancaman di lokasi tersebut.
Berawal ketika polisi menerima laporan korban pengancaman yang dilakukan kedua pelaku. Tim Reskrim Polsek Rappocini kemudian menindaklanjutinya. Kedua tersangka ditangkap di rumahnya, dan selanjutnya digelandang ke Mapolsek Rappocini.
Dari hasil interogasi petugas, kedua pelajar ini ternyata merupakan raja begal di Rappocini. Ia mendalangi kasus begal di beberapa titik.
”Saya biasa melakukannya (aksi begal) di Toddopuli, Tamalate dan Antang,” ujar FA kepada polisi yang memeriksanya.
Ia kemudian merinci lokasinya beraksi dan barang yang digasak. Di Jalan Toddopuli VII, mereka merampas HP Samsung senter bersama komplotannya. Lalu di Jalan Tamalate 2 menjambret HP Samsung lipat dan Nokia senter. Korban diancam dengan pisau.
Tak hanya itu, FA kembali melancarkan aksinya di Jalan Raya Pendidikan. Disini ia merampas tas berisi baju dan dompet. Di Jalan Skarda, merampas HP Samsung Prime warna putih.
Selanjutnya, di waduk Antang menodong korban mennggunakan parang. Pelaku merampas tas berisi laptop merek Acer warna hitam dan HP Lenovo warna hitam.
”Kalau beraksi saya tidak sendirian, Pak. Saya pakai senjata tajam untuk mengancam korban. Selanjutnya mengambil barang yang dibawanya, seperti tas berisi uang. Tapi rata-rata HP,” terangnya lagi.
Kapolsek Rappocini, Kompol Roy Agung, kemarin mengatakan kedua tersangka yang masih di bawah umur tergolong lihai. Mereka melakukan aksi begal di beberapa titik sambil mengancam korbannya menggunakan senjata tajam.
”Awalnya kami hanya menerima laporan dari korban bahwa tersngka melakukan pengancaman. Saat kami amankan, terungkap jika keduanya menjadi dalang begal di sejumlah titik,” kata Roy.
Selain lokasi di atas yang disebutkan tersangka, tambah Roy, masih ada beberapa titik lagi tempatnya beraksi. Seperti di Jalan Toddopuli II, merampas HP Samsung warna putih. Lalu di Jalan Toddopuli Raya Timur merampas HP Samsung Core warna hitam. Di Minasa Upa mengancam korban pakai pisau di dalam warkop dan menggasak Iphone 6, helem KYT, dan tas Eiger warna hitam.
”Keduanya memiliki komplotan begal. Mereka juga pernah melakukan aksinya di BTN Agraria dan merampas tas yang berisi uang Rp100 ribu, serta tas laptop merek Hp. Sementara di Jalan Adhyaksa Lama, komplotan ini masuk dalam rumah. Korban diancam dengan pisau. Dari dalam rumah pelaku mengambil laptop Lenovo warna hitam,” jelas Roy.
Setelah menangkap keduanya, polisi melakukan pengembangan. Hasilnya, dua anggota komplotan ini kembali diringkus. Masing-masing FA dan AH.
Dari pengakuannya, mereka beraksi di Jalan Bumi Palem Merah. Yang dirampas tas berisi uang Rp80 ribu, HP merek Nokia. Saat itu AH mengendarai sepeda motor Honda Beat ditemani rekannya bernama FA.
Di Jalan Toddopuli 10, tersangka FA yang mengendarai motor Honda Beat warna hitam berhasil merampas HP Samsung Core dan HP SPC warna merah hitam.
Selanjutnya di Jalan Raya Pendidikan, AH mengambil laptop Lenovo di dalam warkop dengan cara mengancam menggunakan parang bersama FA.
Di Jalan waduk Antang, merampas laptop merek Acer. AH Bersama GA, AF dan Ar. Selanjutnya di Jalan Raya Pendidikan, tersangka AH bersama FA menggasak HP merek Nokia C2 warna hitam krem. Di Jalan Toddopuli Raya Timur, keduanya merampas HP Samsung lipat warna putih.
Di Jalan Karunrung Raya, tersangka membegal korban dan hendak merampas HPnya. Namun korban melakukan perlawanan. Pelaku langsung menebas kepala korbannya hingga mengalami luka luka bacokan.
Tim kemudian melakukan pengembangan dan mengamankan seorang lagi berinisial Tg. Dari pengakuan Tg, diciduk lagi dua orang pelaku. Masing-masing MZ alias Babot, warga Jalan Tidung 6 serta AG alias Alif (20), beralamat di Jalan Tidung 10.
Di lokasi lainnya, tepatnya di Jalan Skarda N, kawanan ini masuk ke dalam tempat play station. Dengan mengancam menggunakan pisau, mereka mengambil HP sejumlah pengunjung tempat bermain tersebut.
”Kasusnya masih kami dalami. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka. Pemeriksaan masih berlangsung. Kami melakukan pengembangan untuk mengungkap komplotan mereka,” kata mantan Kapolsek Tamalanrea ini.
Di tempat berbeda, Kamis (10/11) pukul 22.00 Wita, polisi juga menangkap Ardiansyah alias Moleng (21). Warga Jalan Rappocini Lorong II itu bahkan terpaksa dihadiahi sebutir peluru. Timah panas bersarang di bagian kakinya.
Tersangka begal pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ini ditembak saat berusaha melarikan diri ketika polisi melakukan pengembangan, Kamis (10/11) pukul 22.00 Wita.
Sebelum ditembak, residivis yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) ini dibawa menunjukkan persembunyian rekan dan barang bukti kejahatannya. Selama ini ia kerap melakukan curanmor di sejumlah lokasi.
Penangkapan Moleng dilakukan tim gabungan Resmob Ditreskrim Polda Sulsel, Patmor Ditshabara, Intelmob dan Resmob Brimob. Operasi Tegas Lipu 2016 ini dipimpin Iptu Alexander Bura didampingi Ipda Makmur.
Awalnya polisi menerima informasi tentang keberadaan tersangka di seputaran Rappocini. Tim langsung melakukan pengintaian. Selanjutnya memblokade lokasi keberadaan tersangka. Tempat tersebut digerebek. Hasilnya, tersangka berhasil diringkus.
Selain tersangka, dari lokasi penggerebekan polisi juga sejumlah barang bukti. Salah satunya sebilah pedang berbentuk samurai warna silver. Kuat dugaan senjata tajam itu biasa digunakan pelaku untuk melakukan aksi kejahatannya.
Ada pula satu unit motor Yamaha Mio Sporty warna merah maron. Kendaraan roda dua itu digunakan pelaku saat melakukan aksinya.
Setelah mengamankan pelaku dan barang bukti, tim gabungan lansung melakukan pengembangan, Jumat dinihari (11/11) pukul. Sasarannya mencari rekan dan barang bukti lainnya.
Namun, pelaku mencoba melakukan perlawanan dan melarikan diri. Upaya persuasif dilakukan polisi. Tapi tersangka tak mengindahkannya. Tiga kali tebakan peringatan tak digubrisnya. Akhirnya moncong pistol diarahkan ke bagian kakinya. Barulah langkah tersangka terhenti.
Kapolsek Rappocini, Kompol Roy Agung mengatakan, Ardiansyah alias Moleng merupakan tersangka begal yang masuk DPO. Ia juga salah satu target operasi (TO) Sikat Lipu 2016 Polda Sulsel. (ish/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top