5.000 Gogos Dipanggang 696 Orang – Berita Kota Makassar
Gojentakmapan

5.000 Gogos Dipanggang 696 Orang

BKM/IST GOGOS -- Suasana pemanggangan gogos terpanjang di kecamatan Pallangga . Sebanyak 696 ibu rumahtangga perwakilan dari 16 desa di Pallangga dengan mengenakan busana baju bodo ikut serta meramaikan kegiatan ini.

GOWA, BKM — Berbusana adat baju bodo, ratusan perempuan warga kecamatan Pallangga, kabupaten Gowa serentak memanggang gogos penganan berbahan beras ketan. Pemanggangan gogos sebanyak 5.000 buah itu dilakukan masyarakat secara serentak di desa Kampili, kecamatan Pallangga.
Desa Kampili memang dikenal sebagai desa penjual gogos dimana mayoritas warganya berjualan gogos dengan lauk telur asin maupun ayam kampung panggang. Karena desa ini mampu menjadi desa wisata kuliner gogos, maka pemerintah kecamatan Pallangga menggelar even pemanggangan gogos terpanjang dan digelar serentak, Rabu (9/11).
Camat Pallangga, Kamsinah, mengatakan, gogos Kampili sengaja dipilih untuk dipromosikan karena sangat terkenal di Gowa. ”Pemerintah kecamatan dan masyarakat memilih gogos Kampili yang sangat terkenal di Gowa. Karena ingin mempromosikan gogos ini agar tidak hanya terkenal di Gowa tapi juga dapat dikenal di luar daerah,” kata Kamsinah.
Gogos ini berbahan dasar beras ketan baik ketan hitam maupun putih yang dimasak bersama santan kemudian dibungkus menggunakan daun pisang lalu dipanggang di atas bara api. Gogos biasanya dimakan bersama telur asin, serunden ataupun ikan asin bahkan ayam panggang. Sesuai dengan usia kabupaten Gowa, maka sebanyak 696 orang yang merupakan perwakilan dari 16 desa dan kelurahan, para kepala sekolah, instansi terkait dan masyarakat Kecamatan Pallangga ikut ambil bagian membakar gogos sebanyak 5.000 buah tersebut.
Kegiatan ini menjadi semakin unik dan menarik karena perwakilan dari 16 desa kelurahan yang membakar gogos menggunakan kostum baju adat baju bodo, jas tutup, dan songkok guru. ”Kegiatan pembakaran gogos ini dikatakan terpanjang karena banyak orang yang memanggang dan banyaknya pembakaran yang digunakan. Kegiatan ini juga digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi Gowa Ke-696 tahun yang jatuh pada 17 Nopember mendatang,” kata Kamsinah.
Camat Pallangga berharap kegiatan seperti ini tiap tahun dapat dilaksanakan. ”Saya harap kegiatan ini dapat dilestarikan oleh camat-camat yang akan datang khususnya dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Gowa. Dan even ini bisa jadi kunjungan wisata dimasa mendatang,” pesan Kamsinah. (sar/mir)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top