Berita Kota Makassar | Dewan Panggil 5 Minimarket Melanggar
Metro

Dewan Panggil 5 Minimarket Melanggar

MAKASSAR, BKM– Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, menindaklanjuti temuan adanya sekitar 800 minimarket tak kantongi izin.

Mereka melakukan pemanggilan lima manajemen minimarket untuk rapat dengar pendapat (RDP), Jumat (10/11) hari ini di Gedung DPRD Makassar. Kelima retail tersebut yakni Indomaret, Alfamart, Alfamidi, 7-eleven dan K-Circle.
Sebelumnya Komisi A membeberkan hanya 20 persen atau sekitar 300 dari 1.000 Minimarket di Kota Makassar yang mengantongi izin beroperasi dan pelanggaran izin paling banyak diataranya izin pengalihan peruntukan yakni dari rumah tinggal, atau rumah toko menjadi lahan usaha seperti minimarket.
Ketua Komisi A DRPD Makassar, Wahab Tahir mengatakan, jika Disperindag membantah maka Komisi A akan membeberkan secara terang-terangan perihal izin usaha minimarket yang melanggar. Sebab selama ini kuat dugaan ada pejabat yang bermain soal perizinan usaha minimarket di Kota Makassar.
“Besok (hari ini) kita rapat dengan semuanya, termasuk lima manajemen yang memiliki minimarket yang melanggar,” ungkapnya di Gedung DPRD Makassar, Kamis (10/11).
Lanjut Legislator Fraksi Golkar ini bahwa lima minimarket yang disinyalir melanggar yakni Indomaret, Alfamart, Alfamidi, 7-eleven, dan K-Circle. Mereka akan dimintai pertanggungjawabannya besok (hari ini) terkait dugaan penipuan izin usaha yang mereka kantongi.
“Itu izin usaha tidak boleh difoto copy dan disimpan di rumah. Kami sudah menegur mereka, mana bisa izin usaha disimpan dan tidak dipajang,” ujarnya.
Anggota Komisi A DPRD Makassar lainnya, Busranuddin Baso Tika menuturkan, banyak izin seperti Izin Mendirikan Bangunan(IMB) yang bermasalah akibat izin yang dikeluarkan tidak sesuai dengan prosedur. Tidak saja soal IMB, pendirian usaha seperti Alfamart dan sejenisnya banyak yang melanggar dan bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) soal zonasi letak Alfamart.
“Tidak tertutup kemungkinan keluarnya izin dari pemerintah karena dugaan adanya transaksi sogok-menyogok. Bila ada orang yang berani melaporkan tindakan tersebut dengan dilengkapi bukti-bukti, kita tidak akan tinggal diam untuk segera ditindaki,” ujarnya.
Seperti diketahui, zonasi yang dibolehkan berdirinya minimarket seperti Alfamart atau Indomaret yakni dengan radius 300 meter. Namun kenyataannya, banyak sekali minimarkert di Makassar yang berdiri bahkan dengan letak saling berhadapan. Tidak hanya itu, dalam perda tersebut pembatasan dikeluarkannya izin juga telah berlaku, agar tidak mematikan warung-warung warga yang ada disekitar Alfamart,” tegasnya. (ita)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top