Headline

Tewas di Kamar Kos, Ditemukan Tisu Obat Kuat

MAKASSAR, BKM — Syarifuddin (30), warga Dusun
Mattoangin, Desa Kassi Buleng, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai meregang nyawa. Ia meninggal dunia secara mendadak di dalam kamar kos Pondok Marwah kompleks Asrama Polisi (Aspol) Tello Baru, RW 01/RT 04 nomor 1D, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Makassar.
Peristiwa yang menggegerkan warga sekitar ini berlangsung, Selasa (8/11) pukul 21.00 Wita. Sebelum menemui ajal, korban sempat menyantap mangga dan jagung yang diberikan seorang perempuan bernama Asriani (34), warga Jalan Pampang II Lorong 2 nomor 5. Keduanya sempat bersama menyantap makanan tersebut.
Petugas Polsek Panakkukang yang dipimpin Kepala SPKT, Aiptu Petrus Dalame bersama tim Inafis langsung datang ke lokasi. Polisi langsung mengambil keterangan sejumlah saksi. Termasuk Asriani.
Kepada polisi, Asriani mengaku mendatangi kamar kos korban pukul 20.00 Wita. Saat itu dia membawakan makanan berupa jagung dan mangga.
”Saat di kamar, saya sama dia makan jagung dan mangga. Tidak lama kemudian tiba-tiba dia merasa mual dan kepalanya pusing. Diapun jatuh tak sadarkan diri,” jelas Asriani.
Melihat korban tergeletak di lantai kamar kos, Asriani lalu meminta tolong dan menyampaikan kejadian ini ke pemilik kos. Tidak lama kemudian, datang seorang perawat bernama Yetti (50). Yetti sehari-harinya bekerja sebagai perawat di Puskesmas Bara-baraya.
Yetti juga telah dimintai keterangannya oleh polisi. Menurutnya, ia dipanggil oleh pemilik Pondok Marwah karena ada penghuni kosnya yang pingsan. Diapun langsung bergegas ke kamar korban. Yetti kemudian memegang dan memeriksa urat nadinya. Ternyata sudah tidak berdetak. ”Korban sudah meninggal saat saya periksa,” ujarnya.
Sementara pemilik kos, Hj Marwah (59) mengatakan, korban dan perempuan yang diakui sebagai majikannya itu, kerap berduaan di dalam kamar. Diapun sering menegur perempuan tersebut untuk tidak berlama-lama di dalam kamar korban.
”Biasa saya tegur perempuan yang mengaku sebagai majikannya itu. Saya bilang, jangan berlama-lama berada di kamar korban. Karena yang tinggal di kamar itu laki-laki, sementara dia perempuan. Kalau memang penyebab kematian korban tidak wajar, bisa saja dialamatkan ke majikannya itu,” terang Hj Marwah.
Bukan hanya pemilik kos yang kerap melihat keduanya berada di dalam kamar. Saiful alias Ipul (23), salah seorang tetangga korban, mengakui kalau Asriani kerap mendatangi kamar kos Syarifuddin.
”Hampir setiap hari perempuan itu datang ke kamar korban. Kadang ia datang sore dan pulang malam hari jam 10. Mereka di dalam kamar menonton sambil tertawa. Yang biasa mereka nonton acara dangdut di televisi,” jelas Ipul yang juga seorang mahasiswa ini.
Usai petugas kepolisian mengambil keterangan di lokasi kejadian, selanjutnya tim Biddokes Polda Sulsel yang dipimpin Paur Doksik, AKP Dardin langsung melakukan investigasi dan mengambil beberapa sampel makanan.
Selain barang bukti berupa sampel makanan, petugas juga menemukan beberapa lembar kertas serupa tisu yang biasa digunakan sebagai obat kuat. Ada pula kaset DVD porno. Tiga unit motor milik korban dan majikannya juga diamankan dan dibawa ke Polsek Panakkukang.
Kuat dugaan, korban dan perempuan yang ada di kamarnya sempat berhubungan badan. Indikasi itu diperkuat dari tisu magic yang ditemukan di dalam kamar.
Kapolsek Panakkukang, Kompol Wahyudi Rahman mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kejadian ini. Jasad korban langsung dievakuasi ke ruang jenazah RS Bhayangkara.
”Kami sudah dari lokasi mengambil keterangan beberapa saksi. Untuk penyelidikan lebih lanjut, kita masih menunggu hasil dari Biddokkes terkait beberapa sampel makanan dan barang bukti lainnya,” jelas Wahyudi.
Paur Doksik Biddokkes Polda Sulsel, AKP Dardin yang dihubungi terpisah, kemarin mengatakan sejauh ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan yang ditemukan di kamar kos korban. Hanya saja, keluarga korban datang ke RS Bhayangkara dan meminta jenazah Syarifuddin untuk dibawa pulang.
”Belum diketahui hasil pemeriksaan sampel makanan yang kami ambil. Namun keluarga korban datang ke RS Bhayangkara dan meminta jenazah keluarganya. Kami menyarankan untuk dilakukan visum, tapi pihak keluarga menolaknya. Karena itu, jenazah korban kami serahkan ke pihak keluarga,” jelas AKP Dardin. (ish/rus)


Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top