Kadishub Dilapor Aniaya Dosen dan Guru Depan Anaknya – Berita Kota Makassar
Headline

Kadishub Dilapor Aniaya Dosen dan Guru Depan Anaknya

TAKALAR, BKM — Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Takalar, Agus Sudirman harus berurusan dengan polisi. Ia dilapor terkait dugaan penganiayaan terhadap dua orang, masing-masing Syech Adiwijaya (35) dan Firman Jalil (28), warga Sompu, Kelurahan Tombala Bellang, Kecamatan Patallassang.
Keduanya datang melapor ke Polres Takalar, Selasa malam (8/11) pukul 23.45 Wita. Dalam laporan polisi nomor LP STTL/225/XI/2016/STKT tertanggal 8 November 2016, Syech Adiwijaya tercatat sebagai dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Sementara Firman seorang guru Madrasah Ibtidayah Negeri (MIN).
Kronologis kejadiannya, kedua korban yang masing-masing membonceng anaknya datang membeli ayam bakar di Jalan Ince Nurdin Dg Paraning, Kelurahan Kalabbiran, Kecamatan Patallassang, Kabupaten Takalar.
”Saya bersama tetangga, Firman datang berbelanja di warung milik Dg Nyampo. Saya memesan ayam. Setelah itu saya bersama Firman menunggu di parkiran. Sekitar 30 menit menunggu, saya kemudian masuk menanyakan pesanan kepada pemilik warung. Tapi bukan pelayanan yang baik yang saya terima. Pemilik warung malah marah-marah. Disitulah situasi mulai ribut,” terang Syech Adiwijaya kepada BKM, Rabu (9/11).
Saat itu juga pemilik warung melontarkan kalimat yang membuatnya tidak nyaman. ”Janganmi layani itu. Suruhmi cari warung lain,” ucap Dg Nyampo seperti ditirukan Syech Adiwijaya.
Pemilik warung juga terlihat menghempaskan kipas bakarnya dan terus mengomel. Agus Sudirman yang berada di warung tersebut bersama pegawainya, langsung pasang badan. ”Saat itu saya meminta uang saya dikembalikan dan memilik mengalah,” ujarnya.
Begitu Adiwijaya hendak meninggalkan warung, Agus Sudirman menunjuk-nunjuki dirinya. Tapi Adiwijaya mengabaikannya. Dia berusaha menahan diri dan terus melangkahkan kaki meninggalkan lokasi tersebut.
Entah kenapa, tiba-tiba saja Agus bersama pegawainya mengeroyok, memukul serta menendang korban. Meski berusaha menyelamatkan diri dan naik di atas motornya, tetap saja pukulan melayang ke tubuh korban. Anak kedua korban histeris melihat bapaknya dianiaya.
”Waktu saya hendak mengambil uang dari pemilik warung, Kepala Dinas Perhubungan langsung menunjuk-nunjuk saya. Setelah itu memukul wajah saya. Jumlah mereka banyak, karena sedang buat acara di warung itu. Saya tidak berdaya menghadapi mereka. Disamping itu, saya juga berusaha melindungi anak saya dari serangan mereka,” terang Adiwiyata lagi.
Beruntung, aksi pengeroyokan itu terhenti setelah warga berdatangan ke lokasi. Kedua korban yang jadi sasaran pengeroyokan kemudian dievakuasi, dan selanjutnya melapor ke mapolres.
Kadis Perhubungan Takalar, Agus Sudirman yang dikonfirmasi via ponselnya, kemarin membenarkan adanya insiden pengeroyokan di rumah makan tersebut. Namun dia berdalih, peristiwa itu terjadi setelah staf Dishub melihat dirinya ditunjuk-tunjuki oleh korban. Mereka berniat melerai percekcokan antara korban dengan pemilik rumah makan
”Kami tengah makan waktu itu. Karena melihat keduanya cekcok soal pelayanan, saya berdiri melerai dan menyuruh korban pulang. Tidak terima dengan itu, dia (Adiwijaya) malah tunjuk-tunjuki muka saya. Melihat perlakuan korban, staf saya langsung memukulinya,” jelas Agus Sudirman.
Kapolres Takalar, AKBP Iskandar yang dihubungi melalui telepon selularnya, Rabu (9/11) sore membenarkan adanya laporan kedua korban. ”Korban sementara dimintai keterangannya kembali. Kasusnya kita tindaklanjuti. Terlapor segera dipanggil untuk diperiksa,” jelas Iskandar.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Takalar, Nirwan Nasrullah yang dihubungi melalui telepon selularnya, kemarin sore mengaku belum menerima laporan kasus tersebut. Meski begitu, dia menyerahkan penanganan kasus ini ke pihak kepolisian.
”Kalau memang ada laporan polisinya, silakan diproses. Jika terbukti akan diberikan sanksi sesuai tingkat pelanggarannya,” terang Nirwan yang merupakan pembina kepegawaian Pemkab Takalar. (ish-ari/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top