Headline

”Jangan Biarkan Sineas Film Jalan Sendiri”

TREN film lokal saat ini sedang booming di Makassar. Di loket-loket bioskop yang menjual tiket fílm lokal, selalu terlihat antrean panjang dengan wajah-wajah penasaran menyaksikan besutan anak daerah.

Laporan: Rahmawati Amri

TERAKHIR adalah film Uang Panai yang mengundang banyak pujian, karena mengemas film nuansa dan tema lokal dengan sangat manis, ringan dan diterima oleh masyarakat.
Menurut pengamat film yang juga menproduseri film Uang Panai, Wahyudi Muhsin, sebelum menggarap sebuah film, semua yang terlibat dalam pembuatannya harus paham betul apa yang diinginkan penonton.
Bukan secara kebetulan jika film-film lokal menggeliat. Namun karena kreatifitas para sineas yang sangat tahu apa yang diinginkan. “Kita harus tahu apa yang dibutuhkan pasar,” ujarnya.
Selain itu, memberi tontonan yang memang betul-betul menghibur serta kekinian. Soal pemeran film, itu faktor selanjutnya. Terbukti, pada film Uang Panaik yang hanya menggunakan pemain lokal namun tetap mendapat tempat di hati masyarakat.
“Banyak film yang dibintangi pemain-pemain berkelas namun ternyata filmnya tidak booming juga,” jelas Wahyudi.
Kebangkitan film lokal sekitar tiga tahun terakhir, membuat para sineas lokal terpacu semangatnya untuk terus menghasilkan karya-karyanya. Saat ini, penikmat film di Makassar sedang penasaran untuk menyaksikan film teranyar, Silariang yang thrillernya sudah bisa ditonton di Youtube.
Sutradara dan sineas muda yang sudah memproduksi sejumlah film seperti Bombe, Sumiati, dan Dumba-dumba, Rere, saat ini sedang semangat dalam menggarap film.
Pentolan Art2Tonic itu sekarang menggarap film yang diambil dari cerita sejarah Datu Museng dan Maipa Deapati.
Dia berharap kebangkitan film di daerah tak sebatas booming belaka. Namun terus berkembang seperti industri film nasional.
Penonton juga dinilai memberi andil pada perkembangan film lokal. Mereka tidak lagi terpaku pada kalimat hanya film nasional dan barat yang bagus kualitasnya.
Wahyudi menambahkan, untuk menjaga film lokal bisa berjaya dan jadi tuan rumah di kampungnya sendiri, juga butuh sentuhan tangan pemerintah. “Jangan biarkan para sineas film jalan sendiri,” pungkasnya. (*/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top