Pungli Kontraktor, PPK dan Staf Terjaring OTT – Berita Kota Makassar
Headline

Pungli Kontraktor, PPK dan Staf Terjaring OTT

JENEPONTO, BKM – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas Pekerjaan Umum Daerah (PUD) Kabupaten Jeneponto, Saharuddin Sitaba terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan aparat Polres Jeneponto. Bersama Saharuddin, ikut diamankan seorang stafnya, Hardiana Puli.
Sebenarnya, Saharuddin yang sehari-harinya menjabat sebagai PPK Bidang Cipta Karya Dinas PUD Jeneponto diamankan di kantornya, Senin (7/11) jam 16.00 Wita. Namun karena polisi masih melakukan pengembangan, sehingga baru diekspose, kemarin.
Kasat Intel Polres Jeneponto, AKP Muh Nur Parappe yang memimpin jalannya OTT, membenarkan pihaknya telah mengamankan keduanya. ”Selain PPK berinisial HS dan stafnya HR, juga diamankan barang bukti berupa dua unit komputer serta satu unit laptop. Semuanya sudah diserahkan ke Satreskrim guna pengusutan lebih lanjut,” kata Nur Parappe.
Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Ismail Samad mengatakan, kasus ini masih status penyelidikan. ”Masih tahap lidik. Baru diambil keterangan saksi bernama Tompo yang memberikan uang. Sebelumnya, yang diserahkan ke reskrim hanya SR dan HR,” ujarnya.
Kepala Dinas PUD Jeneponto, H Abd Malik mengaku kaget dengan diamankannya dua bawahannya itu. ”Tapi itulah risikonya. Siapa yang berbuat kesalahan, dia sendiri yang mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tandasnya.
Menurut Abd Malik, dirinya sudah beberapa kali mengingatkan kepada seluruh jajarannya untuk setop melakukan pungutan liar (pungli). Namun, peringatan itu tidak diindahkan.
”Peristiwa seperti ini sangat kita tidak inginkan bersama. Ini pembelajaran, semoga ke depan tidak terjadi lagi,” ujarnya.
Diapun memberi apresiasi kepada pihak kepolisian yang mengungkap praktik pungli di institusinya. Malik juga menyerahkan sepenuhnya proses kasus ini ke Polres Jeneponto.
Saharuddin Sitaba yang ditemui di Mapolres Jeneponto, berdalih kalau penangkapan dirinya bersama stafnya, Hardiana Puli bukanlah OTT. ”Saya anggap itu bukan OTT. Karena saya berada di ruangan bersama Hardiana ditemui oleh orang yang mengaku kontraktor bernama Tompo. Katanya dia pemenang tender. Di belakangnya ada Pak Kasat Intel, M Nur Parappe. Saya sempat sapa Pak Kasat. Saya tanya mau ketemu siapa,” jelas Saharuddin.
Dia mempertanyakan kenapa hanya dirinya yang diamankan. Kenapa kontraktor yang menyerahkan uang tidak ikut dibawa bersama dirinya. ”Ini aneh. Sudah ada settingan dari luar untuk menjebak saya,” cetusnya.
Soal uang Rp3 juta yang diterimanya, diakui Sahruddin, itu sebagai biaya administrasi pembuatan kontrak proyek. ”Sebenarnya itu tidak ada diatur dalam juknis (petunjuk tekni) soal pembayaran seperti itu. Tergantung kesepakatan saja kalau mau dibuatkan kontrak,” terangnya.
Direktur CV Cahaya Mulya Pratama, Muh Ardi Sijaya yang ditemui di kantin Dinas PUD Jeneponto, kemarin berterima kasih kepada polisi yang membongkar praktik pungli ini. Dia memang selalu mempertanyakan adanya pengenaan biaya paling sedikit Rp3 juta dalam setiap pembuatan kontrak kerja, baik proyek penunjukan langsung (PL) maupun proyek yang melalui proses tender.
”Kenapa harus ada pungli seperti itu. Padahal sudah jelas semua aturannya. Terima kasih Pak Kapolres Jeneponto (AKBP Joko Sumarno) dan jajarannya yang berani dan mau melakukan OTT,” tandasnya. (krk/rus/b)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top