Berita Kota Makassar | Lilin untuk Ritual Diduga Penyebab Kebakaran
Headline

Lilin untuk Ritual Diduga Penyebab Kebakaran

MAKASSAR, BKM — Kebakaran terjadi di pemukiman padat penduduk Jalan Maccini Sawah Lorong 2, Kelurahan Maccini Gusung, Kecamatan Makassar, Selasa malam (8/11) pukul 21.30 Wita. Sebanyak 21 rumah dilalap si jago merah dan satu orang meninggal dunia.
Korban meninggal bernama Muhammad Amin (45), warga Jalan Maccini Kidul. Saat kejadian, korban yang berprofesi sebagai security di salah satu perumahan ini sedang berupaya membantu memadamkan api. Namun nahas, secara tidak sengaja korban menyiram kabel yang masih dialiri listrik.
Berdasarkan keterangan warga, ada tiga orang lagi yang menjadi korban sengatan listrik. Dua diantaranya telah kembali ke rumah, sementara satu orang lagi masih dalam keadaan koma di rumah sakit.
Penyebab kebakaran sampai sejauh ini masih simpang siur. Belum ada keterangan dari pihak kepolisian. Seorang warga, Muhammad Yusuf mengatakan, kebakaran terjadi akibat lilin yang terjatuh dan membakar sebuah rumah.
Berbeda dengan seorang warga lain yang rumahnya terbakar, Sumiati. Ia meyakini jika kebakaran terjadi akibar korsleting listrik.
“Kita disini memang biasa menyalakan lilin untuk ritual. Nah, ada yang bilang karena lilin. Tapi yang pastinya itu karena korslet,” kata Sumiati.
Sumiati yang saat ini tinggal di rumah tetangganya, mengaku tidak memiliki firasat apa-apa sebelum kejadian. Rumah dan seluruh barang-barangnya ludes terbakar, dan hanya menyisakan pakaian yang ia kenakan saat menyelamatkan diri.
Hal yang sama juga diungkapkan salah seorang warga lainnya, Siti. “Habis semua barangku. Uang, emas, sampai ijazah terbakar semua,” ujarnya dengan nasa sedih. Ibu satu orang anak ini mengungsi ke rumah kakaknya.
Lurah Maccini Gusung, Akhmad Ridjal yang meninjau langsung lokasi, mengatakan kerugian yang terjadi akibat kebakaran cukup besar. “Kita belum hitung pastinya. Tapi hitung-hitungan kotor kita perkirakan sekitar Rp500 juta sampai Rp750 juta,” jelas Ridjal.
Ridjal menambahkan, kemarin bantuan dari pemerintah sudah mulai terlihat di lokasi. Telah berdiri bantuan berupa tenda, alat dan bahan makanan dari Badan Penanggulangan Bencana Kota Makassar dan Kementerian Sosial.
Saat ditemui, para korban masih terlihat syok. Mereka tidak menyangka api akan menghabiskan rumah yang selama ini dijadikan tempat berteduh.
Bantuan dalam bentuk apapun sangat mereka butuhkan, mengingat sebagian dari mereka hanya berprofesi sebagai buruh bangunan dan sopir becak.
Para korban terlihat sudah membersihkan puing-puing material bangunan sisa kebakaran berupa seng dan balok. Kemudian ditumpuk menjadi satu di pinggir Jalan Maccini Sawah. Rencananya mereka akan menjualnya ke pengumpul barang barang bekas.
Sado Daeng Laja, salah seorang warga yang rumahnya juga terbakar, mengaku sangat berharap adanya bantuan material dari pemerintah. Mereka berencana membangun kembali tempat tinggalnya yang habis terbakar.
”Belum ada bantuan material bangunan. Padahal itu yang sangat kami harapkan, biar kita bisa secepatnya kembali membangun rumah dan menempatinya,” kata Sado di lokasi kebakaran, kemarin.
Dia berharap, apa yang disampaikan warga kepada Wali Kota saat datang ke lokasi kebakaran, bisa segera direalisasikan. Bukan sekadar janji.
Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, kebakaran yang di Kota Makassar kebanyakan terjadi di dalam lorong-lorong kawasan padat penduduk. Karenanya, penataan lingkungan di kawasan padat penduduk, khususnya lorong-lorong menjadi tugas yang harus segera dilakukan pemerintah kota.
“Kawasan kumuh padat penduduk rawan terjadi kebakaran karena cepat sekali menyebar apinya. Penataan lingkungan menjadi PR (pekerjaan rumah) pemerintah kota dengan membuat regulasi,” kata Danny.
Diakui Wali Kota, dirinya terus berupaya dan berusaha menata kota menjadi lebih baik. Konsentrasi di kawasan kumuh akan dilakukan dengan Aparong (Apartemen Lorong) yang menjadi program Pemkot Makassar.
“Kami akan menghadirkan aparong. Jalan Maccini Sawah nantinya menjadi percontohan,” ujarnya.
Dinas Sosial Kota Makassar telah menurunkan dapur umum untuk membantu para kebakaran. Sesuai prosedur tetap (protap), mereka akan berada di lokasi selama tiga hari.
”Kita turunkan dapur umum selama 3 hari sesuai dengan protap. Kalau masih dibutuhkan, kita akan tambah dua hari lagi,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Makassar melalui Kepala Bidang Pengendalian Bantuan Jaminan Kesejahteraan Sosial (PBJKS), Burhanuddin Ghalib di lokasi kebakaran, kemarin.
Selain itu, pihaknya juga akan memberikan bantuan berupa beras, mi instan, selimut, pakaian serta satu set kompor gas per kepala keluarga. (*-arf/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top