Metro

Kopel: Siswa Miskin Capai 10.000 Orang

MAKASSAR, BKM– Pemerintah Kota Makassar masih memiliki pekerjaan rumah yang patut dituntaskan, khususnya di sektor pendidikan kedepannya.

Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sulawesi masih menemukan sejumlah persoalan di sektor pendidikan seperti masih tingginya angka siswa miskin di Kota Makassar yang masih mencapai 10.000 siswa. Belum lagi, pembenahan kualitas sarana dan prasarana di sekolah di antaranya ruang perpustakaan, akreditasi sekolah serta peningkatan kualitas guru.
Hal tersebut terkuak dari diskusi yang digelar Kopel Sulawesi bersama Article 33 dan Dinas Pendidikan Kota Makassar, di Kantor Kopel Sulawesi di Jalan Batua Raya, Selasa (8/11).
Hadir dalam diskusi tersebut Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Ismunandar serta akademisi dari Unhas, Aswar Hasan.
Perwakilan Article 33, Lukman dalam presentasinya mengatakan, ada beberapa yang harus diperhatikan dalam perbaikan kualitas sarana dan prasarana di sekolah di antaranya, ruang perpustakaan, aktreditasi sekolah, peningkatan kualitas guru, bantuan siswa miskin dan beasiswa.
Selain itu, dalam temuan riset yang dilakukan Kopel dan Article 33 diantaranya, anggaran masih minim untuk sektor pendidikan, angka putus sekolah yang masih tinggi di Makassar, dan tidak kala pentingnya peningkatan sarana dan prasarana penunjang ditingkat SD dan SMP.
“Saat ini jumlah tenaga pengajar yang ada di sekolah terutama di sekolah dasar sangat minim di bawah 30 persen. Bahkan penjaga sekolah juga turut mengajar siswa di dalam kelas,” bebernya.
Hal sama dikatakan, Direktur Kopel Sulawesi, Musaddaq. Menurutnya, memang ada beberapa yang harus diperhatikan dalam perbaikan kualitas sarana dan prasarana di sekolah di antaranya, ruang perpustakaan, aktreditasi sekolah, peningkatan kualitas guru, bantuan siswa miskin dan beasiswa.
“Kita bayangkan saja jumlah siswa miskin di Kota Makassar mencapai angka 10 ribu lebih, padahal program pemerintah untuk membantu siswa miskin sangat jelas,” ucapnya.
Menanggapi hal tersebut Ismunandar mengatakan, untuk ruang perpustakaan memang di sejumlah sekolah masih belum memiliki ruang perpustakaan, tetapi terkadang sekolah berinisiatif memanfaatkan ruang kosong belakang kelas untuk menjadi ruang sudut baca.
Sedangkan, kalau jumlah pendidik, jelas Ismunandar, memang masih minim dan rata-rata yang kurang guru di sekolah dasar. “Memang tenaga pengajar kita masih minim, kedepan kita akan benahi,” jelasnya.
Menyikapi hal itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto yang berada di Kantor Kopel Sulawesi mengatakan, dirinya telah mengetahui dimana sisi-sisi yang harus diintervensi dan harus diperkuat. ” Saya selalu punya tekad Makassar harus menjadi yang terbaik. Bayangkan di Sulsel saja kita diurutan tengah, padahal kita adalah ibu kota provinsi,” tuturnya.
Danny sapaan akrab wali kota menambahkan, Pemkot Makassar saat ini masih menyusun Kebijakan Umum Anggaran (KUA-PPAS), program bantuan siswa miskin harus direkomendasikan ke KUA-PPAS. “Saya tidak buta lagi melihat soal pendidikan. Saya kira tepat sekali karena kebetulan kita baru menyusun program, KUA-PPAS juga akan dibahas dan kita akan merekomendasikan soal bantuan siswa miskin yang berjumlah sampai 10.000 siswa miskin,” tambahnya.(ita)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top