Jurnalis Lutim: Pecat Polisi Pemukul Wartawan – Berita Kota Makassar
Sulselbar

Jurnalis Lutim: Pecat Polisi Pemukul Wartawan

LUTIM, BKM — Tindakan represif aparat Polres Sinjai saat aksi demonstrasi di Gedung DPRD Sinjai, Jumat (4/11) lalu terus menuai kecaman dari rekan jurnalis tak terkecuali wartawan asal Kabupaten Luwu Timur.

Mereka mendesak Kapolda agar polisi pemukul wartawan diberi tidakan tegas berupa pemecatan.
Koresponden harian Radar Luwu Raya, Kaharuddin mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh oknum kepolisian pemukul Wartawan sangat melukai profesi jurnalis.
Soalnya, Muh Syahidin yang tidak lain adalah wartawan harian Berita Kota Makassar (BKM) sedang menjalankan tugas Jurnalis saat aksi demo berlangsung.
Hal senada juga disampaikan wartawan Tribun Luwu Timur, Ivan Ismar. Menurutnya, pemukulan wartawan yang dilakukan oleh oknum tersebut merupakan tindakan penganiayaan. Pasalnya, profesi Jurnalis sudah diatur dalam UU No 40 tahun 1999 tentang Pers.
Ia pun meminta agar polisi pemukul wartawan diproses secara hukum terkait tindakan indisiplinernya. “Kalau perlu dipecat oknum seperti itu karena dinilai telah merusak citra kepolisian. Bukankah polisi adalah pengayom tetapi tingkahnya seperti orang yang tidak berpendidikan,” ungkapnya.
Wartawan harian Palopo Pos, Karim menambahkan, pekerjaan jurnalis dilindungi undang-undang sehingga gangguan terhadap profesi ini akan dikategorikan sebagai pelanggaran pidana.
“Itu diatur dalam Pasal 18 Undang-Undang Pers, di mana setiap orang yang menghalangi kebebasan pers diancam penjara maksimal dua tahun dengan denda maksimal Rp500 juta. Kalau kepentingan kita dihalangi bisa mengganggu pekerjaan,” ungkap Karim. (alp/C)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top