Dewan akan Panggil PLN – Berita Kota Makassar
Politik

Dewan akan Panggil PLN

BKM/SAR SITA - Kepala PLN Rayon Sungguminasa, Sultan memperlihatkan kwh meter yang disita dari ratusan pelanggan yang melanggar.

GOWA, BKM — Aksi protes puluhan warga pelanggan PLN di wilayah Jl Andi Mallombassang dan Jl Masjid Raya, Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, beberapa hari lalu, membuat DPRD bersikap. Protes warga tersebut dikarenakan kwh meter di rumahnya telah dicabut paksa PLN Rayon Sungguminasa.
Sejumlah pengaduan masuk ke meja wakil rakyat antara lain dari warga korban, sejumlah LSM dan Ormas. Surat pengaduan ini sekaligus meminta agar pihak DPRD menengahi permasalahan yang dialami warga pelanggan listrik tersebut. Apalagi, seluruh pelanggan yang dicabut kwh meternya diminta melunasi membayar denda dari nilai 0dua jutaan rupiah hingga puluhan juta rupiah.
Ketua DPRD Gowa, H Ansar Zaenal Bate yang dikonfirmasi soal keluhan itu, mengatakan, pihaknya telah menampung sejumlah keluhan warga pelanggan. Ia berharap kepada PLN untuk tidak arogan dengan mrlakukan pencabutan paksa tanpa pemberitahuan disertai keharusan membayar denda yang cukup mencekik leher.
”Kami telah menerima sejumlah keluhan warga pelanggan. Kita akan panggil pihak manajemen PLN Rayon Sungguminasa untuk mendengarkan apa alasan dan dasarnya melakukan pencabutan kwh meter disertai pembayaran denda tersebut,” kata Ansar saat dihubungi kemarin.
Sementara itu, Sultan, Kepala PLN Rayon Sungguminasa yang dikonfirmasi di kantornya, menegaskan, pihaknya memang dalam dua minggu ini tengah melakukan operasi Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL). Dari operasi ini, pihaknya berhasil menyita sedikitnya seratus buah kwh meter milik pelanggan yang diindikasi melanggar. Akibatnya, pihak Badan Usaha Milik Negara ini mengalami kerugian sekitar Rp200 juta.
”Selama dua minggu melaksanakan operasi P2TL, kami berhasil menyita sedikitnya 100 buah kwh meter milik pelanggan. Setiap hari kami menemukan sepuluh pelanggaran. Akibatnya, kita mengalami kerugian sekitar Rp200 juta,” kata Sultan dihubungi, Kamis (2/11).
Sultan mengatakan, kwh meter milik warga terpaksa disita karena kedapatan melakukan pelanggaran seperti menambah atau mengubah daya listrik yang tidak terdata. Sehingga pemakaiannya tidak terukur di PLN hingga pihaknya mengalami kerugian.
Hal ini terjadi, kata Sultan, dilakukan orang yang tahu persis tentang listrik, dan warga mungkin tidak tahu apa dampaknya jika mengubah daya tanpa sepengetahuan dari pihak PLN. ”Harusnya jika ingin mengubah daya, warga harus melapor ke PLN biar tidak terjadi seperti ini. Kalau sudah seperti ini kita terpaksa menyita meterannya,” tambah Sultan.
Bagi warga yang kwh meterannya telah disita, dan ingin kembali dipasang aliran listrik, terlebih dahulu harus membayar biaya denda atau tagihan susulan pelanggarannya. Selain itu mengantisipasi kejadian serupa, Sultan juga mengimbau kepada warga agar lebih teliti melihat jika ada oknum yang mengatasnamakan dari PLN menawarkan daya listrik. ”Mintalah identitas dan surat tugasnya. Sebab transaksi pembayaran hanya dapat dilakukan di bank. Seluruh barang bukti meteran yang berhasil disita selanjutnya akan dimusnahkan pihak PLN,” tambah Sultan. (sar/mir)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top