Jangkar Bantu Temukan Mayat Mahasiswa UNM – Berita Kota Makassar
Headline

Jangkar Bantu Temukan Mayat Mahasiswa UNM

IST EVAKUASI-Jasad korban Adnan dievakuasi petugas di kawasan permandian Air Terjun Cinta Kecamatan Manuju.

GOWA, BKM — Permandian alam Air Terjun Cinta yang terletak di Dusun Bellamoncong, Desa Tamalate, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa menelan korban jiwa. Seorang mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) Parangtambung, Adnan Setiawan Prawira (19) menemui ajal di tempat itu, Minggu (6/11) pukul 16.00 Wita.
Korban diketahui beralamat di Jalan Dg Tata, Makassar. Ia tercatat sebagai mahasiswa UNM Jurusan Desain Komunikasi Visual.
Saat kejadian, Adnan bersama 15 teman sekampusnya bereakreasi di tempat permandian Air Terjun Cinta. Mereka adalah Israel (20), warga Desa Taeng Kecamatan Pallangga, Gowa. Akram (18), beralamat di Jalan Andi Tonro No 98, Makassar.
Baso Resky (20), alamat Jalan Sengkang Raya Perumahan Sudiang, Makassar,. Bambang Parawansyah (19), beralamat Desa Tamanyeleng, Perumahan Taman Guna Asri Jalan Kelapa Hijau 4 nomor 115.
Askhabul Kahfi Fathoni (19), Jalan Pondok Lestari, Makassar. Ihshan (18), BTN Minasa Upa Blok D/12 nomor 13, Efan Nugraha (19), warga Jalan Baji Minasa nomor 29 Makassar. Ismail Ibrahim (19), alamat Mangasa, Makassar.
Basmah Syadza Aras (18) , Jalan Dg Tata 4 Perumahan Griya Tata Asri Blok D5. Aldila Shinta Delima (18), alamat Jalan Dg Tata 4 Perumahan Griya Tata Asri Blok D5 nomor 11. Nirmala Bakri (18), Jalan Dg Tata 4 Perumahan Griya Tata Asri Blok D5.
Herdianti Ika (19) berdomisili di Jalan Dg Tata 4 Perumahan Griya Tata Asri Blok D5/13. Wahida Nurfadillah (19), alamat Jalan Dg Tata 4 Perumahan Griya Tata Asri Blok D5 14.
Sementara Umniyah Nur Aprilya (19) dan Ardiya Dwi Raham Sari, beralamat di jalan poros Malino depan Kampus Tehnik Unhas.
Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubag Humas) Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan, Senin (7/11) mengkonfirmasi peristiwa tersebut. Ia menjelaskan kronologis kejadiannya.
Korban bersama teman-temannya berangkat ke lokasi permandian dari Jalan Dg Tata 4, Makassar dengan menggunakan sepeda motor pada pukul 12.30 Wita, Minggu (6/11). Mereka saling boncengan. Setiba di lokasi, cuaca tidak bersahabat dan hujan deras mendera. Mereka tiba di lokasi pukul 15.30 Wita.
“Dari jalan poros depan, korban bersama rekannya berjalan masuk ke TKP sekitar 30 menit,. Pada korban dan temannya berada di TKP, hujan reda. Kondisi air di permandian menjadi keruh kecoklatan,” terang Mangatas Tambunan.
Dalam perjalanan, tambahnya, korban ditemani Israel kembali ke tempat motornya diparkir, sebab lupa mengambil kuncinya. Setelah itu mereka berdua masuk lagi ke lokasi permandian menyusul teman-temannya yang lain.
Setibanya di lokasi, korban langsung turun berenang sendirian. Temannya yang lain tidak menghiraukan apa yang dilakukan Adnan, sebab mereka tahu korban pandai berenang.
”Menurut salah seorang temannya, Askhabul, korban berenang ke tengah. Setelah itu dia tidak memperhatikannya lagi,” jelas AKP Mangatas.
Setelah 20 menit kemudian, teman-teman korban hendak makan. Namun Adnan tidak terlihat. Upaya pencarian pun dilakukan. Tapi tidak membuahkan hasil.
”Hingga pukul 18.00 Wita, korban tak kunjung ditemukan. Akhirnya, teman korban melaporkan kejadian tersebut ke warga Desa Tamalatea. Teman korban lainnya melaporkan kepada Sekretaris Desa Tamalatea, Saleh Sarro yang kemudian diteruskan Sekdes ke Polsek Manuju,” jelas AKP Mangatas.
Jenazah korban baru ditemukan pada pukul 22.30 Wita dalam kondisi tak bernyawa. Saat ditemukan, korban menggunakan baju kaos berwarna hitam, celana jeans dan pakai sepatu merek All Star (Converse) warna hitam kombinasi putih.
Korban berhasil ditemukan melalui bantuan jangkar yang digunakan warga saat mencari korban. Jangkar yang dipasang itu tersangkut pada sepatu korban, kemudian ditarik ke atas permukaan sampai ke pinggir kolam air terjun.
“Saat ditemukan korban sudah meninggal dunia. Pada lubang hidungnya keluar darah. Setelah diperiksa petugas, jasad korban kemudian dijemput mobil ambulance dan dibawa ke RSU Bhayangkara untuk keperluan medis sebelum dijemput pihak keluarganya,” tambah AKP Mangatas. (sar/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top