Bongkar Lapak, PK-5 GOR Sudiang Diberi Waktu – Berita Kota Makassar
Metro

Bongkar Lapak, PK-5 GOR Sudiang Diberi Waktu

MAKASSAR, BKM — Pedagang Kakilima (PK-5) yang berjualan di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang semakin menjamur. Tercatat, sekitar 108 PK-5 berjualan di dalam kawasan GOR. Selain berdagang secara temporer, ada juga yang membuat bangunan semi permanen. Ternyata, kehadiran PK-5 tersebut menjadi catatan khusus dari Inspektorat saat berkunjung ke lokasi tersebut.
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel kena semprit. Pasalnya, berdasarkan aturan, tidak boleh ada bangunan lain di dalam kawasan GOR selain yang tercantum dalam masterplan.
“Yah, ada teguran keras untuk merapikan. Tidak dibenarkan membangun dalam kawasan GOR Sudiang. Begitu juga yang diinstruksikan pimpinan,” ungkap Kepala Dispora Muchlis Mallajareng, Senin (7/11).
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Muchlis bersama Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) GOR Sudiang melakukan pertemuan dengan para PK-5 kemarin. Dari hasil pertemuan, ada tiga poin penting yang diminta pedagang seperti yang dikemukakan Basri. Para pedagang minta diberi waktu untuk membongkar lapak-lapak yang ada. Selain itu, diberi ijin untuk tetap berjualan hingga Idul Fitri tahun depan dengan catatan
tidak akan mendirikan bangunan atau lapak. Begitu selesai jualan, kondisi langsung bersih. Permintaan lain adalah mereka bisa direlokasi di suatu tempat yang sudah tertata.
Terkait permohonan para PK-5 itu, Muchlis mengaku akan melaporkannya terlebih dahulu ke pimpinan, dalam hal ini Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.
Dia menekankan, pada dasarnya para PK-5 tersebut tidak dilarang berjualan tidak mendirikan bangunan dalam kawasam GOR Sudiang.
“Silahkan berjualan tapi tidak gunakan bangunan. Ketika ada event juga silahkan menjual. Tapi begitu selesai, bersih,” tegasnya.
Tak ada aksi protes dari para PK-5 terkait pembongkaran lapak yang merela bangun. Apalagi ada MoU yang ditandatangani pedagang dan Kepala UPTD, suatu saat lahan akan digunakan, mereka siap pindah.
Para PK-5 itu diberi deadline atau tenggat waktu hingga akhir November, kawasan GOR Sudiang sudah bersih dari lapak-lapak yang dibangun.
Muchlis melanjutkan, setelah bersih dari lapak, pihaknya akan mulai menata kawasan tersebut.
“GOR akan kita cat. Sudah tujuh tahun tidak dicat,” ungkapnya.
Selain itu, lahan parkirnya juga akan dipaving block seluruhnya.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo seharusnya sejak awal tidak dibiarkan ada pedagang yang berjualan. Pasalnya jika diberi ijin, akan bermunculan yang lainnya sehingga ke depan bisa menimbulkan persoalan.
Dia meminta instansi terkait menyelesaikan persoalan ini secara baik dan persuasif.
“Makanya, dari awal masyarakat harus tahu ini boleh atau tidak. Minimal diwarning. Kalau aparar juga memberi ruang, tentu akan bersoal,” jelas Syahrul.
Selain itu, Syahrul juga berharap ada perhatian dari Pemerintah Kota Makassar, mulai dari walikota, camat, hingga lurah bisa memberi perhatian dalam penataan PK-5. (rhm)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top