Headline

Ritual Emas Batangan Palsu Nyaris Dibakar

JENEPONTO, BKM — Modus penipuan mirip-mirip yang dilakoni Dimas Kanjeng Taat Pribadi muncul di Kabupaten Jeneponto. Yang melakukannya adalah Muh Ardi Petir Sanjaya (31), warga Jalan Malino nomor 10 Pa’gentungan, Kelurahan Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Ia awalnya meyakinkan calon korbannya dengan menyatakan bisa mengadakan emas batangan dengan imbalan Rp20 juta. Namun karena tak mampu mewujudkannya, Ardi Petir pun jadi bulan-bulanan massa hingga nyaris dibakar hidup-hidup.
Awalnya, pelaku melakukan ritual setelah terlebih dahulu mematikan lampu penerangan sekitar 20 menit lamanya. Begitu lampu dinyalakan kembali, puluhan batangan berwarna kuning mirip emas sudah terkumpul di dalam sebuah wadah berwarna hitam.
Barang itu kemudian dikeluarkan oleh Ardi. Dia menyampaikan kepada calon korbannya bahwa emas batangannya sudah ada. Namun pengakuan Ardi tidak dipercaya begitu saja.
Calon korban kemudian menahan pelaku dan selanjutnya mengetes keaslian batangan yang disebutkan emas itu. Penjual emas Pasar Induk Karisa Bontosunggu yang melakukan pemeriksaan, menyatakan emas tersebut palsu.
”Kami sebenarnya sudah mengumpulkan uang sampai Rp20 juta, karena dijanjikan emas batangan. Tapi ternyata itu emas batangan palsu. Rencananya massa mau membakarnya hidup-hidup, tapi saya larang. Saya kemudian menelepon ke Polsek Binamu. Dia sudah diamankan polisi,” jelas Saddara Daeng Rate yang ditemui di rumahnya Jalan Pahlawan Bontusnggu, Minggu (6/11).
Sebenarnya, menurut Saddara, awalnya ia tidak percaya dengan apa yang disampaikan Ardi Petir. Namun pelaku tetap berusaha meyakinkannya dengan kalimat-kalimat kebesaran Tuhan. Sesekali dia menyebut atyat-ayat Alquran dengan fasih.
”Karena itu kami tertarik dan bersedia membeli minyak seharga Rp20 juta. Saya kemudian kumpulkan warga di rumahku untuk mengantisipasi jangan-jangan Ardi ini penipu. Dan betul, ternyata dia penipu dan kini sudah diamankan polisi,” terang Saddara.
Menurut penjelasan Saddara, ia bertemu dengan pelaku, Kamis (3/11) sekitar pukul 11.00 Wita di dalam pasar tradisional induk Bontosunggu, Jeneponto. Saat itu pelaku memanggil Saddara dan menyebutkan namanya, meski tak pernah berkenalan sebelumnya.
”Pelaku membisik saya dan mengatakan saya akan menjadi orang kaya. Saya kemudian bersepakat dengan dia untuk melakukan ritual di rumah saya. Caranya, saya harus membeli minyak savaro miliknya seharga Rp20 juta. Ritual dilaksanakan Kamis malam (3/11),” jelas Saddara lagi.
Kapolsek Binamu, AKP Abd Rahim membenarkan adanya praktik penipuan dengan modus emas batangan palsu. Diapun menyampaikan terima kasih kepada warga yang tidak main hakim sendiri. Namun menyerahkan penanganan kasusnya ke kepolisian.
”Walaupun baru calon korban, tapi pelaku sudah ada maksud untuk menipu. Pelaku sudah kita amankan di dalam sel untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” jelas Kapolsek.
Dari hasil interogasi petugas terhadap Ardi Petir Sanjaya, menurut Ibrahim, pelaku mengaku kerap melakukan praktik penipuannya ini. ”Ia bisa mendatangkan emas batangan dalam peti bila membeli minyak seharga Rp20 juta,” kata Abd Rahim. (krk/rus/c)


Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top