Pecat Polisi Pemukul Wartawan, Copot Kapolres! – Berita Kota Makassar
Headline

Pecat Polisi Pemukul Wartawan, Copot Kapolres!

SINJAI, BKM — Aksi represif aparat Polres Sinjai saat berlangsung demo, Jumat (4/11) lalu terus menuai kecaman. Desakan untuk memproses hukum dan memecat keduanya kian mengemuka.
Dua oknum polisi disebutkan melakukan pemukulan terhadap Muh Syahidin, wartawan Harian Berita Kota Makassar (BKM) di Sinjai. Masing-masing Bripda Andi Tenriaji dan Bripda Ashadi Jahri.
Fatalnya lagi, tindakan tersebut dilakukan saat Didin –sapaan akrab Muh Syahidin– tengah melakukan tugas jurnalistik. Ia sementara meliput aksi demo mahasiswa di gedung DPRD Sinjai terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Setelah mendapat perawatan intensif di Ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai pada Jumat (4/11) sore, Didin diperbolehkan pulang pada malam harinya. Meski telah meninggalkan RS, korban masih merasakan pusing jika lama duduk. Juga demam. Biji matanya sebelah kiri terasa sakit jika disentuh.
Saat berada di RS, Kapolres Sinjai, AKBP Agus Dwi Hermawan langsung menjenguk korban. Ia sekaligus menyampaikan permohonan maafnya langsung kepada korban, baik secara pribadi maupun institusi. Permohonan maaf itu disaksikan langsung Direktur Utama (Dirut) BKM, Mustawa Nur yang juga datang ke RS.
”Secara pribadi saya menerima permintaan maaf Kapolres. Tapi saya tetap menuntut agar kedua anggotanya yang melakukan pemukulan diproses secara hukum atas tindakan indisiplinernya. Kalau perlu dipecat dari polri. Perbuatan mereka itu tidak bisa dibenarkan dan menjadi contoh buruk bagi jajaran penegak hukum,” cetus Didin, kemarin.
Bersama Jurnalis Peduli Sinjai (JPS), Didin menempuh jalur hukum atas kejadian yang dialaminya. Didampingi Ketua Advokasi JPS, Andi Agil Prawira, Didin melapor ke Polres Sinjai, Minggu (6/11) sore. Mereka melaporkan Bripda Andi Tenriaji dan Bripda Ashadi Jahri.
”Pelaporan ini sebagai upaya hukum yang dilakukan JPS dalam menyikapi kasus pemukulan yang dialami Didin. JPS akan terus mendampingi korban hingga proses hukumnya tuntas. JPS mendesak agar Kapolres memberi sanksi tegas terhadap anggota yang terbukti melakukan pemukulan. Kalau perlu dipecat,” tegas Agil.
Sebagai bentuk solidaritas atas kekerasan yang dialami rekannya di Sinjai, wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Soppeng menggelar aksi demo. Dikoordinir Ketua PWI Soppeng, Moh Darwis, mereka menggelar aksinya di depan sekretariat PWI setempat, Sabtu (5/11).
Dalam pernyataan sikapnya, PWI Soppeng mengecam perbuatan oknum polisi yang melakukan tindak kekerasan fisik terhadap wartawan BKM di Sinjai. Sangat disayangkan, karena tindakan tersebut dilakukan polisi ketika wartawan melakukan tugas jurnalistiknya.
”Kami adalah wartawan yang menyuarakan fakta dan kebenaran. Bukan menyebar fitnah dan provokator. Pekerjaan kami dilindungi oleh undang-undang. Kami sangat menyesalkan terjadinya kekerasan terhadap jurnalis yang dilakukan oknum kepolisian,” kata Darwis.
Atas dasar itu, PWI Soppeng meminta kepada Kapolda Sulsel untuk memberi sanksi pemecatan terhadap anggotanya yang melakukan kekerasan terhadap wartawan. ”Polisi adalah pelayan dan pengayom masyarakat. Juga mitra bagi jurnalis. Mereka diberi tugas mulia untuk melayani dan mengamankan negara. Bukan memukuli serta melakukan tindak kekerasan lainnya,” tandas Darwis.
Sementara kepada Kapolres Sinjai, diminta untuk bisa memberikan pemahaman kepada jajarannya, bahwasanya jurnalis dan polisi sama-sama pekerja lapangan. Keduanya merupakan mitra yang saling membutuhkan. Yang membedakan hanyalah fungsi serta tugas tugas masing-masing.
”Kapolres Sinjai harus menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, dan berjanji tidak akan terjadi kasus serupa yang menimbulkan kekerasan fisik pada jurnalis,” tegasnya. (din-fir/rus/c)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top